- LSM AKGUS Apresiasi PT. SDE, Buka Ruang Dialog Guna Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat
- Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah
- BPJS Kalwil Kalimantan Gandeng Pers Perkuat Loterasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Suwanti Hadiri Rakornas di Sentul, Perkuat Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
- INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka
- Dikenal Tegas dan Bijak, H. Isam Tunjukkan Sisi Penyayang Bersama Cucu
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE
- Dorong ETPD, Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek Aplikasi SAPAT
- Tingkatkan Kapasitas, Disperin Kalsel Latih Petugas WASDAL Industri di 13 Kabupaten/Kota
- Perluas Akses Keadilan Warga Banua, Kemenkum RI Resmikan 2.015 Pos Bantuan Hukum di Kalsel
Lab. Konstruksi Kalsel Lampaui Target PAD 2025, Uji Kuat Tekan Beton Jadi Primadona

Keterangan Gambar : Petugas saat melakukan uji beton do Laboratorium Bahan Konstruksi
Banjarbaru, Borneopos.com - Kinerja pelayanan publik yang konsisten dan profesional kembali ditunjukkan oleh Laboratorium Bahan Konstruksi di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca Lainnya :
- Mensos RI: Sekolah Rakyat Program Strategis Presiden, Targetkan 500 Ribu Siswa pada 20300
- Sekdaprov Kalsel : Proyek Pengendalian Banjir Riam Kiwa Ditargetkan Rampung 20270
Sepanjang tahun 2025, unit pelayanan teknis ini berhasil melampaui target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan capaian fantastis mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.
Kepala Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel, Widhe Prima Duanda, menyampaikan bahwa capaian tersebut jauh melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar Rp971 juta. Dengan realisasi mencapai Rp1,517 miliar atau setara 162 persen, penerimaan tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah operasional UPT Laboratorium Bahan Konstruksi.
“Capaian kita di tahun 2025 melebihi target hingga 162 persen. Ini membuktikan bahwa pelayanan pengujian yang kami berikan berkualitas dan sangat diminati oleh masyarakat serta pelaku jasa konstruksi,” ujar Widhe Prima Duanda, didampingi Kepala Seksi Kemitraan dan Pengendalian Mutu Muchlidani serta Kepala Seksi Pengujian Elini Yanti, di Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, dari berbagai jenis layanan pengujian yang tersedia, uji kuat tekan beton masih menjadi layanan paling dominan dan menjadi andalan dari tahun ke tahun. Pengujian ini banyak dimanfaatkan untuk memastikan mutu material konstruksi sesuai standar teknis yang dipersyaratkan.
“Uji kuat tekan beton memang selalu menjadi parameter paling menonjol dibandingkan pengujian lainnya. Permintaan terhadap layanan ini terus meningkat seiring tingginya aktivitas pembangunan,” jelasnya.
Menatap tahun 2026, Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel menargetkan penerimaan PAD sebesar Rp1.017 miliar. Target tersebut bersifat dinamis dan masih dapat disesuaikan pada perubahan anggaran, mengikuti kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Kami tetap optimis. Dengan upaya peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat, insya Allah penerimaan PAD dari sektor pengujian bahan konstruksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun secara persentase kenaikannya mungkin tidak terlalu besar,” pungkas Widhe.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis Laboratorium Bahan Konstruksi sebagai garda terdepan dalam mendukung kualitas pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi kontributor nyata bagi peningkatan pendapatan daerah. (red/MC)


Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0





.jpg)







