- Dorong Peningkatan Kinerja, Bupati Lantik Pejabat Administrator Pengawas dan Kepala Puskesmas
- Inspiratif Dalam Pembangunan Pendidikan, Bupati Kotabaru Raih Antasari Award 2026
- BPK RI Periksa LKPD 2025, Pesan Sekda Kotabaru ke SKPD: Tindak Lanjuti Semua Temuan
- LSM AKGUS Apresiasi PT. SDE, Buka Ruang Dialog Guna Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat
- Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah
- BPJS Kalwil Kalimantan Gandeng Pers Perkuat Loterasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Suwanti Hadiri Rakornas di Sentul, Perkuat Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
- INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka
- Dikenal Tegas dan Bijak, H. Isam Tunjukkan Sisi Penyayang Bersama Cucu
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE
Sekdaprov Kalsel : Proyek Pengendalian Banjir Riam Kiwa Ditargetkan Rampung 2027

Keterangan Gambar : ?Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (12/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Kalimantan Selatan dalam rangka peresmian groundbreaking program sekolah rakyat.
Baca Lainnya :
- Dari Banjarbaru, Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi0
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0
Ia mengungkapkan, Kalimantan Selatan mendapat tiga lokasi pelaksanaan program tersebut, yakni di Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Barito Kuala. Program ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program nasional ini. Tadi juga disampaikan langsung oleh Bapak Presiden bagaimana program-program ini diarahkan agar anak-anak yang tidak mampu tetap bisa bersekolah,” kata Syarifuddin, Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap melaksanakan dan mendukung penuh seluruh program nasional yang telah dicanangkan. Pemprov Kalsel juga siap membackup pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Kami siap melaksanakan program-program nasional dan membackup provinsi serta kabupaten/kota, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor pendidikan dan sosial, Syarifuddin menilai kunjungan Presiden juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah. Tingkat hunian penginapan meningkat, sektor transportasi dan kuliner bergerak, serta memberi peluang besar bagi pelaku UMKM.
“Dari sisi ekonomi jelas sangat berdampak. Penginapan penuh, transportasi dan makanan bergerak, UMKM juga ikut merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan ke depan Kalimantan Selatan bisa terus menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kenegaraan dan ekonomi,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga didampingi sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Sosial dan Menteri PUPR. Salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah penanganan banjir di Kalimantan Selatan.
Syarifuddin menyebutkan, proyek pengendalian banjir Riam Kiwa menjadi fokus utama dan diharapkan mampu mengatasi sekitar 70 persen persoalan banjir di wilayah terdampak. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
“Insya Allah dua tahun ke depan bisa selesai. Progresnya sudah mulai berjalan dengan baik, dan mudah-mudahan nantinya banjir bisa teratasi,” tutupnya. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Gabungan Ormas Gelar Unjuk Rasa Damai di Kantor DPRD Kotabaru0
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250





.jpg)
.jpg)

.jpg)




