- Perkuat Ekosistem Digital, Diskominfo Kalsel Hadiri Forkomsanda di DIY
- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
HUT Otonomi Daerah ke-30: Kolaborasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni bertindak sebagai inspektur upacara.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Senin (27/04/2026). Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” upacara ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Sinergi Lintas Daerah Diperkuat, PSU Permukiman Kalsel Ditarget Capai 38,30 Persen0
- Atlet Taekwondo SPOBDA Kalsel Sumbang Medali di Kejurnas 2026 Samarinda0
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang menekankan bahwa otonomi daerah harus dimaknai sebagai upaya nyata untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen kita dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Otonomi daerah adalah instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Sirajoni.
Lebih jauh, terdapat sejumlah langkah strategis yang menjadi fokus pemerintah pusat dan daerah ke depan, yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, antara lain:
- Penyelarasan perencanaan dan anggaran agar program tidak tumpang tindih dan tepat sasaran
- Reformasi birokrasi berbasis hasil, termasuk digitalisasi layanan publik
- Penguatan kemandirian fiskal daerah agar tidak selalu bergantung pada pusat
- Kolaborasi antar daerah untuk mempercepat pembangunan
- Fokus pada layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pengentasan ketimpangan
- Penguatan stabilitas daerah agar pembangunan berjalan berkelanjutan
Meski memiliki keleluasaan berinovasi, Sirajoni mengingatkan bahwa setiap kebijakan daerah harus tetap selaras dengan kepentingan nasional. Hal ini bertujuan agar visi besar pembangunan Indonesia tetap terjaga dalam satu arah yang sama.
Bagi warga Banjarbaru, peringatan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Ini menjadi pengingat bahwa masyarakat juga memiliki peran penting mengawasi, memberi masukan, dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Otonomi daerah akan berhasil bukan hanya karena kebijakan pemerintah, tetapi juga karena keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan daerahnya sendiri. (red/mcbjb)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













