- Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Gema Takbir, Sambut 1 Syawal 1447 H
- Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 2026
- X Batasi Usia Pengguna di Indonesia Minimal 16 Tahun
- Guru Besar Universitas Indonesia, Rose Mini: Peran Orang Tua Kunci Sukses Implementasi PP Tunas
- Menkomdigi: Aturan Usia di PP Tunas Jadi Kunci Lindungi 70 Juta Anak Indonesia di Internet
- Raline Shah: Dampak Biologis Media Sosial bagi Anak seperti Racun yang Mengendalikan Tubuh
- Jelang Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Catat Kenaikan Penumpang Capai 107% dari Tahun Sebelumnya
- Tak ada Petugas di Puskesmas Batulicin Malam Hari, Warga Kesulitan Akses Kesehatan Saat Darurat
Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah

Keterangan Gambar : Gerakan Pasar Murah jelang ramadhan oleh DPKP Kalsel.
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu upaya strategis yang dilakukan yakni dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Kapasitas, Disperin Kalsel Latih Petugas WASDAL Industri di 13 Kabupaten/Kota 0
- Perluas Akses Keadilan Warga Banua, Kemenkum RI Resmikan 2.015 Pos Bantuan Hukum di Kalsel0
Program ini tidak hanya difokuskan pada upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, tetapi juga menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono, mengatakan bahwa peningkatan permintaan pangan menjelang Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus untuk membantu menurunkan dan mengendalikan angka inflasi di Kalimantan Selatan, terutama menjelang Ramadan,” ujar Saptono, Senin (2/2/2026).

Saptono menjelaskan, pelaksanaan GPM dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara DPKP Provinsi Kalimantan Selatan dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Sinergi ini bertujuan menghadirkan berbagai komoditas pangan strategis dalam satu kegiatan terpadu.
“Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hasil perikanan, hingga berbagai produk pangan lainnya. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, kami berharap tekanan harga bisa ditekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saptono menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi penguatan pengendalian inflasi daerah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat serta program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Melalui intervensi langsung di tingkat konsumen, pemerintah berupaya memutus rantai distribusi yang panjang yang kerap memicu kenaikan harga.
“Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, GPM juga berperan penting dalam menjaga daya beli. Jika harga pangan stabil, maka inflasi dapat lebih terkendali dan kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kata Saptono, berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan, khususnya pada momentum strategis seperti Ramadan dan hari besar keagamaan lainnya.
Rencananya, Gerakan Pangan Murah akan digelar di sejumlah titik strategis di wilayah Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga pangan tetap terjaga, inflasi dapat ditekan, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman. (red/MC)

Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0














