- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
KNPI Kalsel Akan Gelar Diskusi dan Bedah Film *Pesta Babi*

Keterangan Gambar : Pamplet diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi.
Banjarmasin, Borneopos.com — DPD KNPI Kalimantan Selatan berencana menggelar diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sebagai ruang kajian publik bagi pemuda.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Cup Muaythai Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di HUT ke-500 Banjarmasin0
- Mutasi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Gantikan Brigjen Pol Golkar Pang0
Ketua DPD KNPI Kalsel, Andi Rustianto, menyampaikan bahwa KNPI Kalsel menolak penayangan film tersebut secara bebas kepada publik apabila belum melalui mekanisme sensor atau penilaian resmi dari lembaga berwenang.
Menurutnya, penolakan tersebut bukan untuk membungkam kritik, tetapi sebagai bentuk kehati-hatian agar setiap tayangan publik tetap sesuai aturan, tidak menimbulkan kegaduhan, serta tidak menggiring opini yang dapat memecah persatuan.
“KNPI menghormati kebebasan berekspresi, tetapi kebebasan itu harus tetap bertanggung jawab. Apalagi jika sebuah tayangan menyangkut isu sensitif, maka harus diuji secara objektif, berimbang, dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Andi.
KNPI Kalsel menilai film tersebut perlu dibahas secara kritis dari aspek hukum, sosial, budaya, kebangsaan, dan dampaknya terhadap generasi muda.
“Diskusi ini bukan ruang provokasi, tetapi ruang edukasi. Pemuda harus mampu membaca isu dengan akal sehat, data, dan semangat menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, KNPI Kalsel berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton opini, tetapi mampu menjadi generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu nasional.
Pemuda Bertumbuh, Banua Maju.
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250










