- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
- Kamaruddin Anggota DPRD Samarinda Angkat Bicara Soal Jalan Rusak di Pemukiman
- Jajaran Pemkab Kotabaru Ikuti Pidato Presiden Dalam Rangka HUT ke- 81 di Rapat Paripurna DPRD
- Kolaboasi Dinas PUPR Kotabaru Bersama KODIM 1004 Hasilkan Infrastrktur Jalan dan Jembatan
- Bapperida Kotabaru Siap Fasilitasi Promosi dan Kampanye Inovasi SKPD
KNPI Kalsel Akan Gelar Diskusi dan Bedah Film *Pesta Babi*

Keterangan Gambar : Pamplet diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi.
Banjarmasin, Borneopos.com — DPD KNPI Kalimantan Selatan berencana menggelar diskusi dan bedah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sebagai ruang kajian publik bagi pemuda.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Cup Muaythai Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di HUT ke-500 Banjarmasin0
- Mutasi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Gantikan Brigjen Pol Golkar Pang0
Ketua DPD KNPI Kalsel, Andi Rustianto, menyampaikan bahwa KNPI Kalsel menolak penayangan film tersebut secara bebas kepada publik apabila belum melalui mekanisme sensor atau penilaian resmi dari lembaga berwenang.
Menurutnya, penolakan tersebut bukan untuk membungkam kritik, tetapi sebagai bentuk kehati-hatian agar setiap tayangan publik tetap sesuai aturan, tidak menimbulkan kegaduhan, serta tidak menggiring opini yang dapat memecah persatuan.
“KNPI menghormati kebebasan berekspresi, tetapi kebebasan itu harus tetap bertanggung jawab. Apalagi jika sebuah tayangan menyangkut isu sensitif, maka harus diuji secara objektif, berimbang, dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Andi.
KNPI Kalsel menilai film tersebut perlu dibahas secara kritis dari aspek hukum, sosial, budaya, kebangsaan, dan dampaknya terhadap generasi muda.
“Diskusi ini bukan ruang provokasi, tetapi ruang edukasi. Pemuda harus mampu membaca isu dengan akal sehat, data, dan semangat menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, KNPI Kalsel berharap pemuda tidak hanya menjadi penonton opini, tetapi mampu menjadi generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu nasional.
Pemuda Bertumbuh, Banua Maju.
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














