- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga

Keterangan Gambar : Situasi proyek penggantian jembatan semayap, Jumat (5/12/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Puluhan warga Jelapat, Desa Semayap Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, Kamis (4/12/2025) protes atas lambannya pihak kontraktor pelaksana memulai proyek penggantian jembatan di Desa mereka.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Pembina Program Kampung Iklim Tahun 20250
- Bupati Kotabaru Lantik Tiga Pejabat Tinggi, Simak Nama dan Jabatannya!0
Protes ini dipicu penutupan jalan utama (poros) dengan menggunakan seng serta pengalihan arus lalu lintas yang menghambat kegiatan warga yang telah berlangsung lebih kurang 1 minggu, namun tak ada tanda-tanda kegiatan perbaikan jembatan mau dimulai.
Salah seorang warga sekitar proyek, Bahriansyah mengatakan bahwa semenjak jalan ditutup lebih kurang satu minggu yang lalu usahanya berupa pencucian sepeda motor mengalami penuruan drastis.
"Biasanya kami mendapat pelangan untuk mencuci motor sampai 30 buah perhari, tapi semenjak jalan ini di tutup, kami paling banyak dapat 6 buah per hari," ucapnya lirih kepada awak media, Jumat (5//2025).
Kami warga sekitar jembatan berharap pemerintah memperhatikan usaha kami seperti cucian motor, warung makan, dan lainnya yang terdampak langsung akibat proyek ini, apalagi nanti kalau kegiatan berjalan lokasi rumah dan usaha kami berada dalam pagar pengaman proyek.
Selain hal itu, Bahriansyah menyampaikan bahwa ketinggian jembatan kalau bisa 0,5 meter dari level jalan sebelumnya.
"Kalau informasi yang disampaikan ke kami, saat pertemuan di kantor PUPR Kotabaru, bahwa jembatan akan di bangun tinggi 1 meter, nah ini kami kurang setuju, kami berharap ketinggian 0,5 meter dari jalan awal, agar kami warga yang berada persis disamping jambatan masih bisa tetap menjalankan usaha seperti biasa ," terangnya.
Menutup perbincangannya dengan awak media, Bahriansyah mengungkapkan memang awalnya informasi yang sampai ke kami penutupan akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Desember 2025, namun karena adanya beberapa kecelakaan maka diputuskan untuk menutup jembatan pada tanggal 27 November 2025.
"Jadi kemarin tanggal 4 Desember 2025 warga membuka sebagain pagar penutup jalan, dengan alasan, untuk apa jalan terlalu cepat di tutup total kalau kegiatan perbaikan jembatan belum juga dimulai," terangnya.
Proyek Multiyears 2025-2026, dengan paket kegiatan penggantian jembatan semayap menelan anggaran Rp. 9,2 miliar ini dikerjakan oleh CV. Salsabila Mandiri, sedang kontraktor pengawas PT. Terasis Erojaya KSO CV. Empat Belas yang bertandatang kontraktor pada 18 November 2025 dan akan diselesaikan dalam waktu 240 hari kalender.
Pantauan Borneopos.com dilapangan, Jumat (5/12/2025) proyek belum dimulai dan belum tampak material dan bahan-bahan keperluan proyek di lokasi, namun penutupan sebagain jalan sudah dilaksanakan (red)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0














