- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Mensos RI: Sekolah Rakyat Program Strategis Presiden, Targetkan 500 Ribu Siswa pada 2030

Keterangan Gambar : Mensos saat memberi penjelasan soal sekolah rakyat kepada wartawan di sela kunjungan Presiden ke Kelsel, Senin (12/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Kalsel : Proyek Pengendalian Banjir Riam Kiwa Ditargetkan Rampung 20270
- Dari Banjarbaru, Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi0
Hal tersebut disampaikan Mensos saat memberikan keterangan pada peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden RI. Ia menjelaskan, setiap gedung Sekolah Rakyat memiliki kapasitas hingga 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Kalau satu sekolah menyeleksi 300 siswa, maka dengan 100 gedung kita bisa menyeleksi 30 ribu siswa setiap tahun. Jika 200 gedung, berarti 60 ribu, dan bila mencapai 300 gedung maka bisa menyeleksi hingga 90 ribu siswa per tahun,” kata Mensos, Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Mensos memaparkan, hingga tahun ajaran 2025–2026 telah terdapat lebih dari 15 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini ditargetkan menerima 30 ribu siswa tambahan sehingga total mencapai lebih dari 45 ribu siswa. Pada 2027, jika pembangunan gedung berjalan lancar dan mencapai 200 unit, maka jumlah siswa yang dapat direkrut mencapai 60 ribu per tahun, dengan total kumulatif lebih dari 100 ribu siswa.
“Targetnya minimal 100 gedung per tahun. Kalau konsisten, maka pada 2029 sudah ada 400 gedung, dan pada 2030 kita optimistis jumlah siswa Sekolah Rakyat bisa melampaui 500 ribu,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial menyiapkan sistem seleksi siswa, guru, tenaga kependidikan, serta operasional lainnya secara paralel.
Terkait proses seleksi, Mensos menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Seleksi dilakukan secara aktif dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kami tidak bisa menentukan sendiri. Data berasal dari BPS, lalu kami cek langsung ke lapangan bersama pendamping sosial, Dinas Sosial, pemerintah desa atau kelurahan, dan Dikdasmen setempat. Setelah dipastikan memenuhi kriteria, barulah diusulkan dan ditandatangani oleh bupati atau wali kota,” tegasnya.
Mensos memastikan tidak ada praktik titipan maupun suap dalam proses seleksi. Bahkan, menurutnya, Menteri Sosial sekalipun tidak memiliki kewenangan untuk menitipkan peserta didik.
“Kalau ada kesalahan, yang menandatangani adalah bupati atau wali kota, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Proses seleksi ini sangat ketat, termasuk wawancara dan verifikasi lapangan,” ujarnya.
Selain pendidikan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Setiap siswa yang diterima menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari kondisi gizi, anemia, kesehatan gigi, hingga kebugaran. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kondisi siswa terus membaik.
Terkait anggaran, Mensos menyampaikan bahwa pembiayaan Sekolah Rakyat sepenuhnya disiapkan melalui APBN karena merupakan bagian dari program strategis Presiden.
“Sekolah Rakyat ini untuk anak-anak kita yang paling bawah, yang belum sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Kami berkomitmen penuh menjalankan amanah Presiden dan tidak akan main-main dalam pelaksanaannya,” pungkas Mensos. (Red/MC)
Baca Lainnya :
- Pelatihan Kerja Gratis 2026! Segera Daftar di BLK Kalsel0
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0


.jpg)
1.jpg)










