- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru
- Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita
- Kepala BKN RI Apresiasi Pemkab Kotabaru, Bersih Dari Isu Negatif Kepegawaian
- Geospasial Banua Award 2026; Kotabaru Raih Juara Harapan 2
- Pengukuhan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN RI Tekankan Pelayanan Digital dan Promosi Potensi Daerah
Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026

Keterangan Gambar : Festival Akrab 2026 di Panggung Akrab, kawasan Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Jumat (23/10/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Festival Akrab 2026 resmi dibuka di Panggung Akrab, kawasan Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Jumat (23/10/2026) malam. Mengusung tema "Menyisir Ekraf Pesisir Kalimantan Selatan"
Baca Lainnya :
- Kendalikan Inflasi, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah0
- Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas0
Ketua DPW Gekrafs Kalimantan Selatan, H. Andi Fitri, S.E., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan Festival Akrab yang terus berlanjut sejak 2023. Ia menilai DPC Gekrafs Kotabaru telah berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui pembinaan, penggalian potensi di berbagai kecamatan, hingga perluasan jaringan ke tingkat nasional dan internasional.
"Kita melihat juga bahwa DPC Gekrafs di Kotabaru merupakan mitra strategis pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kotabaru," ujarnya.
Menurut Andi Fitri, berbagai upaya tersebut turut memperkenalkan produk ekonomi kreatif Kotabaru ke pasar yang lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa Festival Akrab tidak hanya menjadi perayaan atau hiburan, tetapi memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk, menampilkan karya, dan mengembangkan kreativitas. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru, Ir. Kamirudin, M.Si., menyampaikan bahwa Festival Akrab menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri, berkompetisi, belajar, dan mengembangkan kemampuan di berbagai subsektor ekonomi kreatif. Beragam kegiatan yang dihadirkan diharapkan mampu mendorong lahirnya karya berkualitas sekaligus meningkatkan keterampilan para pelaku kreatif.

"Pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan memberikan ruang untuk tampil, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar," katanya.
Kamirudin juga menyoroti keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru dalam festival tersebut. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang kreativitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita ingin menegaskan bahwa kreativitas adalah milik semua orang," tegasnya. Sejumlah karya dari pelaku ekonomi kreatif, warga binaan, dan anak-anak penyandang disabilitas turut ditampilkan untuk mendapatkan apresiasi melalui kegiatan lelang karya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., yang membuka secara resmi Festival Akrab 2026, mengatakan bahwa potensi pesisir Kotabaru tidak hanya terletak pada kekayaan alam, tetapi juga talenta dan kebudayaan masyarakatnya. Ia menilai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif melalui dukungan sumber daya manusia dan keterlibatan pemerintah daerah.
"Melalui festival ini kita ingin memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif dan generasi muda untuk berkarya, berinovasi, serta mempromosikan produk maupun seni budaya lokal," ungkapnya.
Syairi juga meminta organisasi perangkat daerah terkait agar memastikan pelatihan ekonomi kreatif memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta. Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dilanjutkan dengan dukungan peralatan penunjang agar peserta dapat langsung mengembangkan usaha sesuai bidangnya. Selain itu, ia mendorong promosi produk lokal, termasuk amplang dan sasirangan Saijaan, agar semakin dikenal masyarakat di tingkat regional maupun nasional.
Pembukaan Festival Akrab 2026 dimeriahkan tarian Mayang Kencana, peragaan busana karya subsektor fesyen DPC Gekrafs Kotabaru, penampilan seni anak-anak binaan Yayasan Bina Kriya, lelang karya, serta hiburan musik dari Bamega Band dan Harmoni Band. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kolaborasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kotabaru.(red/karali)


Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0










