- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka

Keterangan Gambar : Para karateka saat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026, Minggu (1/2/2026) INKAI Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com – Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Kotabaru kembali melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026, Minggu (1/2/2026), bertempat di Oprom Pemda Kabupaten Kotabaru. Sebanyak 57 karateka dari berbagai jenjang sabuk mengikuti ujian tersebut.
Baca Lainnya :
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE0
- Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan, Bupati Kotabaru Datangi Dirjen BPD Kemendagri0
UKT merupakan agenda rutin INKAI yang digelar setiap enam bulan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan atlet, sekaligus mengukur perkembangan kemampuan karateka setelah menjalani proses latihan.
Ketua Umum Pengurus Provinsi INKAI Kalimantan Selatan, H. Pawahisa Mahabatan, SH., MH, menyampaikan bahwa UKT menjadi instrumen penting untuk menjaga mutu dan kualitas pembinaan karate.
“INKAI tidak hanya menargetkan jumlah atlet, tetapi lebih menekankan kualitas. Banyak atlet tanpa kualitas tidak akan menghasilkan prestasi. Melalui UKT ini kita mengukur hasil latihan enam bulan dan menentukan arah pembinaan selanjutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembinaan karate harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan agar atlet mampu bersaing tidak hanya di tingkat kabupaten, namun juga provinsi hingga nasional.
“Prestasi itu lahir dari proses panjang, disiplin latihan, dukungan sarana, serta kerja bersama. Bukan kerja individu, tapi kerja kolektif,” tambahnya.
Dukungan terhadap pembinaan karate juga datang dari Kodim 1004/Kotabaru yang menyatakan kesiapan mendukung kegiatan olahraga prestasi, termasuk penyediaan fasilitas latihan bagi perguruan.
Sementara itu, Polres Kotabaru mengapresiasi pelaksanaan UKT yang dinilai mampu membentuk karakter generasi muda melalui disiplin, mental, dan nilai-nilai positif yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, maupun bangsa.
Ketua Forki Kabupaten Kotabaru, Asikin Ngile, berharap INKAI sebagai perguruan dengan jumlah atlet terbanyak di Kotabaru dapat menjadi motor penggerak prestasi karate daerah.
“Sabuk bukan ukuran utama. Yang paling penting adalah kualitas dan perilaku karateka. Karate sejati tercermin dari pengamalan sumpah karate dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui UKT ini, INKAI Kotabaru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet serta mengembalikan kejayaan Kotabaru sebagai salah satu daerah potensial prestasi karate di Kalimantan Selatan. (red/ril)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0



.jpg)









