- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
- GMPD Banjarbaru: Kejati Kalsel Jangan Pandang Bulu Soal Kasus Dugaan Korupsi Kepala BKSDA
- Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
Kolom | Generasi Emas

Keterangan Gambar : Muzakir Fachmi, Pemerhati Kebijakan Publik.
Oleh : Muzakir Fachmi
Pemerintahan baru RI yang dipimpin oleh Presiden Prabowo kembali mempertegas visi Indonesia Emas tahun 2045 yang juga sudah digagas oleh pemerintah sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Operasi Lilin Toba 2024, Polres Samosir Amankan Ibadah Minggu Gereja0
- Limbah Duta Mall Diduga Cemari Pekarangan Warga, Ditreskrimsus Polda Kalsel Periksa TKP0
Visi ini tentu memberi harapan dan semangat yang tinggi bagi kita rakyat Indonesia. Namun, pencapaian visi ini tentu harus didasari pada prasyarat penting yakni tersedianya SDM yang juga berkualitas emas atau tersedianya generasi emas.
Nah, untuk menciptakan generasi emas tentu tidak bisa terlepas dari peningkatan IPM (Indek Pembangunan Manusia) yang sangat tinggi.
Untuk mencapai angka IPM yang tinggi maka ada tiga indikator utamanya yang harus serius diperhatikan oleh setiap daerah yaitu:
1. Angka Harapan Hidup (AHA) berupa umur panjang dan hidup sehat.
2. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
3. Angka Standar Hidup Layak yang diwakili oleh pengeluaran perkapita disesuaikan.
Jika kita perhatikan angka IPM tahun 2024 yang baru saja di rilis oleh BPS Kal-Sel ternyata IPM Kotabaru masih berada di angka 70 (kategori sedang). Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Kotabaru yang terkenal memiliki sumberdaya alam melimpah ternyata IPM masih jauh dibanding Banjarbaru yang sudah mencapai angka terbaik yakni 80.
Ini menunjukkan porsi APBD yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah daerah Kotabaru tidak menyentuh substansi penting pembangunan yang menjadi syarat pemenuhan Pelayanan Minimal Masyarakat.
Belanja modal APBD yang harusnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa peningkatan infrastruktur pendukung peningkatan IPM justru terbuang untuk hal-hal yang tidak substantif.
Terpilihnya kemimpinan baru di Kotabaru harusnya tertanam kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan IPM yang juga menjadi konsen Pemerintah Pusat. Pemerintah kabupaten Kotabaru harus _in line_ satu garis dengan visi yang dibangun oleh Presiden jika ingin tidak tertinggal dari daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














