- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
- Pemprov Matangkan Persiapan Kalsel Expo 2026
- Pamor Borneo 2026 Membuka Potensi Pertumbuhan Bernilai Tambah di Pulau Kalimantan
Kolom | Generasi Emas

Keterangan Gambar : Muzakir Fachmi, Pemerhati Kebijakan Publik.
Oleh : Muzakir Fachmi
Pemerintahan baru RI yang dipimpin oleh Presiden Prabowo kembali mempertegas visi Indonesia Emas tahun 2045 yang juga sudah digagas oleh pemerintah sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Operasi Lilin Toba 2024, Polres Samosir Amankan Ibadah Minggu Gereja0
- Limbah Duta Mall Diduga Cemari Pekarangan Warga, Ditreskrimsus Polda Kalsel Periksa TKP0
Visi ini tentu memberi harapan dan semangat yang tinggi bagi kita rakyat Indonesia. Namun, pencapaian visi ini tentu harus didasari pada prasyarat penting yakni tersedianya SDM yang juga berkualitas emas atau tersedianya generasi emas.
Nah, untuk menciptakan generasi emas tentu tidak bisa terlepas dari peningkatan IPM (Indek Pembangunan Manusia) yang sangat tinggi.
Untuk mencapai angka IPM yang tinggi maka ada tiga indikator utamanya yang harus serius diperhatikan oleh setiap daerah yaitu:
1. Angka Harapan Hidup (AHA) berupa umur panjang dan hidup sehat.
2. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
3. Angka Standar Hidup Layak yang diwakili oleh pengeluaran perkapita disesuaikan.
Jika kita perhatikan angka IPM tahun 2024 yang baru saja di rilis oleh BPS Kal-Sel ternyata IPM Kotabaru masih berada di angka 70 (kategori sedang). Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Kotabaru yang terkenal memiliki sumberdaya alam melimpah ternyata IPM masih jauh dibanding Banjarbaru yang sudah mencapai angka terbaik yakni 80.
Ini menunjukkan porsi APBD yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah daerah Kotabaru tidak menyentuh substansi penting pembangunan yang menjadi syarat pemenuhan Pelayanan Minimal Masyarakat.
Belanja modal APBD yang harusnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa peningkatan infrastruktur pendukung peningkatan IPM justru terbuang untuk hal-hal yang tidak substantif.
Terpilihnya kemimpinan baru di Kotabaru harusnya tertanam kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan IPM yang juga menjadi konsen Pemerintah Pusat. Pemerintah kabupaten Kotabaru harus _in line_ satu garis dengan visi yang dibangun oleh Presiden jika ingin tidak tertinggal dari daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0









.jpg)




