- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
1.jpg)
Keterangan Gambar : Noorhalis Majid
Oleh: Noorhalis Majid
Calender of Events (CeO) Kota Banjarmasin 2026, sudah digelar di Bali. Sekalipun menuai banyak kritik, Pemko tetap bersikukuh bahwa kegiatan tersebut sangat strategis, berpotensi meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat, sebab akan mengundang kunjungan pariwisata nasional dan mancanegara.
Baca Lainnya :
Tulisan ini sekedar mengingatkan, bahwa dalih efisiensi, mestinya disertai dengan tindakan yang juga menggambarkan penghematan. Bahkan, tercermin dari gaya hidup, sikap dan penampilan dari para pejabatnya.
Tidak sekedar selaras dengan kebijakan lainnya, juga harus seiring dengan gaya hidup keseharian para pejabatnya. Kalau pejabatnya masih naik mobil mewah, bergaya borju, tentu saja tidak relevan dengan semangat efisiensi. Dalam hal demikian, para ahli menyebutnya tidak sensitif, kurang peka dan tidak pandai menentukan skala prioritas.
Apapun alasan tentang Bali sebagai etalase pariwisata mancanegara paling strategis, publik tetap melihat kegiatan tersebut sebagai tindakan “tidak sensitif, bukan prioritas”. Bayangan publik langsung tertuju pada pemotongan bonus atlit Porprov 2025 yang dilakukan sekehendak hati. Emosi publik seketika berkecamuk teraduk-aduk, teringat penghentian iuran BPJS 1.400 petugas kebersihan. Dan berbagai bentuk penghematan lainya yang dirasa menghimpit banyak pihak.
Kalau dalihnya efisiensi, maka segala hal yang dilakukan, haruslah atas dasar penghematan. Bahkan yang pertama dan utama mesti dihemat adalah segala fasilitas, tunjangan, sarana-prasarana dan berbagai kebutuhan yang biasa diterima para pejabatnya, termasuk perjalanan dinas, events ceremonial, serta berbagai acara yang dapat dibuat lebih sederhana namun tetap memiliki dampak luas.
Nasi sudah menjadi bubur, CeO telah dilaksanakan di Bali, maka publik hanya dapat menunggu apakah kegiatan tersebut benar-benar memberi dampak bagi pemajuan pariwisata kota Banjarmasin. Syukur-syukur kalau kemudian turut menumbuhkan perekonomian warga. Dan apakah Pemko sudah mempersiapkan langkah lanjutan jikalau benar seketika wisatawan mancanegara antusias datang ke Banjarmasin, terutama menyaksikan perayaan 500 tahun Banjarmasin yang tentu begitu heboh.
Mungkin Pemko sudah mempersiapkan semacam kaleidoskop perjalanan 500 tahun kota Banjarmasin yang layak untuk disaksikan. Pun apakah sudah disiapkan destinasi unggulan yang disajikan, rute perjalanan wisatanya? pemandu wisatanya? kelompok sadar wisata berbasis komunitas? transportasi publik yang unik, efektif, aman dan ramah? Serta segala produk UMKM sebagai penunjang bagi pariwisata itu sendiri.
Tidak cukup sekedar penyelenggaraan CeO, harus ada langkah lanjutan yang lebih strategis serta kolaboratif, agar Bali benar-benar tepat sebagai tempat penyelenggaraan CeO. Keyakinan atas kebenaran dan ketepatan kegiatan tersebut harus dibuktikan, kebudayaan Banjar menyebutnya “kada mambuang taruh”.
Ungkapan “kada mambuang taruh” bermakna, apa yang dilakukan boleh dibuktikan, silahkan diuji, sebab sudah pasti benar dan strategis, sangat tepat menggambarkan keyakinan yang diperlihatkan Pemko. Tinggal dibuktikan. (red/nm)
Baca Lainnya :
- OPINI | Kesetaraan Pejabat dan Warga, Ala Swedia0
- Sungai Dan Sampah, Jadi Prioritas 100 Hari Kerja Walikota dan Wawali Banjarmasin Terpilih0














