- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
.jpg)
Keterangan Gambar : Akademisi Kotabaru
Kotabaru, Borneopos.com – Langkah Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, dalam mengurai benang kusut birokrasi pendidikan tinggi di wilayahnya berbuah apresiasi.
Baca Lainnya :
- Dedikasi Membangun Banua, Wali Kota Banjarbaru Dianugerahi Penghargaan Perempuan Inspiratif0
- Dorong Peningkatan Kinerja, Bupati Lantik Pejabat Administrator Pengawas dan Kepala Puskesmas0
Penghargaan bergengsi Antasari Award 2026 resmi disematkan kepadanya, memicu gelombang dukungan dari kalangan akademisi yang menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas terobosan kebijakan yang konkret.
Forum Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kabupaten Kotabaru menyebut apresiasi ini bukan sekadar seremoni. Di bawah kepemimpinan Rusli, sejumlah masalah menahun mulai dari sengketa hibah aset hingga akses finansial mahasiswa akhirnya menemukan jalan keluar.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah keberanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru dalam menuntaskan urusan hibah aset. H. Zulkifli, Pembina Yayasan STKIP Paris Barantai, mengungkapkan bahwa pihaknya telah terjebak dalam pusaran administrasi selama hampir 15 tahun.
"Kami sudah mengurus hibah aset ini bolak-balik selama belasan tahun. Baru di masa pemerintahan beliau, aset tersebut dilepaskan dan dihibahkan secara resmi kepada kami," ujar Zulkifli.
Kepastian hukum atas lahan dan bangunan ini menjadi fondasi krusial bagi PTS untuk melakukan pengembangan infrastruktur pendidikan secara mandiri.
Selain urusan aset, terobosan Rusli yang paling dirasakan dampaknya adalah skema bantuan beasiswa. Mengingat kewenangan pendidikan tinggi berada di tangan pemerintah pusat, Pemkab Kotabaru melakukan "solusi cerdas" dengan menyalurkan bantuan melalui pos bantuan sosial pendidikan.
Ketua STID Darul Ulum, Dr. Muhammad Zaim, mencatat lompatan signifikan pada alokasi anggaran:
Tahun 2025: Alokasi Rp500 juta per perguruan tinggi.
Tahun 2026: Diproyeksikan naik tajam menjadi Rp2 miliar per perguruan tinggi.
"Prinsipnya, pemerintah daerah bukan membantu institusinya, melainkan membantu masyarakat agar bisa kuliah. Ini adalah investasi SDM yang nyata," tegas perwakilan Politeknik Kotabaru, Mohamad Erfan.
Bagi Forum PTS, visi "Kotabaru Hebat" mustahil tercapai tanpa ketersediaan sarjana yang kompetitif. Dukungan finansial dan kemudahan administratif yang diberikan Pemkab saat ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja lokal yang mumpuni di Bumi Saijaan.
Dengan diraihnya Antasari Award 2026, H. Muhammad Rusli dianggap telah meletakkan standar baru bagi kepala daerah di Kalimantan Selatan dalam hal keberpihakan pada pendidikan tinggi di daerah. (ril)
Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0

.jpg)


.jpg)







