- Perkuat Ekosistem Digital, Diskominfo Kalsel Hadiri Forkomsanda di DIY
- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung

Keterangan Gambar : Rombongan Walikota Banjarbaru saat menemui Menteri Fadli Zon di Jakarta, Jumat (6/2/2026)
BANJARBARU, Borneopos.com –
Keinginan Pemerintah Kota Banjarbaru menjadikan kebudayaan sebagai fondasi
pembangunan daerah terus diperkuat. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby
bersama rombongan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, melanjutkan
rangkaian pertemuan strategis dengan mengunjungi Kementerian Kebudayaan
Republik Indonesia (RI), Jakarta, Jumat (06/02/2026).
Baca Lainnya :
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI0
- Dongkrak Ekonomi Lokal, Banjarbaru Ramadhan Festival 2026 Siapkan 150 Booth UMKM Gratis0
Kedatangan rombongan disambut hangat langsung oleh Menteri
Kebudayaan RI, Fadli Zon. Pertemuan tersebut membawa satu misi utama, yakni
meminta dukungan pemerintah pusat untuk penetapan Kecamatan Cempaka sebagai
Living Museum, kawasan budaya hidup yang berbasis sejarah, tradisi dan kearifan
lokal masyarakat Banjarbaru.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa langkah ini
bukan sekadar pelestarian sejarah, melainkan strategis pembangunan
berkelanjutan yang memadukan budaya, edukasi dan ekonomi kreatif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kebudayaan yang telah menerima pertemuan ini. Kehadiran kami adalah ikhtiar untuk menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah, agar pembangunan kebudayaan di Banjarbaru berjalan seiring dan saling menguatkan,” ucapnya.
Masih kata Wali Kota Lisa, dirinya menjelaskan pengembangan daerah Cempaka sebagai Living Museum tidak hanya bertujuan melestarikan sejarah dan budaya, namun menjadi fondasi Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027.
“Kami memohon arahan dan dukungan Bapak Menteri, khususnya terkait pengembangan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum. Besar harapan kami, Cempaka dapat menjadi ruang hidup kebudayaan yang berkelanjutan. Sekaligus sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon turut
memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru dan KEK
Banjarbaru yang dinilai serius menempatkan kebudayaan sebagai kekuatan
strategis daerah.
“Kementerian Kebudayaan terbuka untuk memberikan dukungan
maksimal, termasuk pendampingan teknis agar pengembangan Cempaka dapat berjalan
terarah dan berkelanjutan. Melalui Kementerian Kebudayaan, saya mendorong
Pemerintah Kota Banjarbaru untuk berkoordinasi aktif dengan satuan kerja
Kementerian didaerah agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal,”
katanya.
Cempaka, khususnya kawasan Pumpung, dikenal sebagai jantung pendulangan
intan tradisional. Dari tanah inilah lahir kisah besar penemuan Intan Trisakti,
intan mentah terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dengan berat 166,75
karat.
Penemuan bersejarah itu terjadi pada 26 Agustus 1965, ditemukan
oleh 24 pendulang yang dipimpin H. Matsam. Intan tersebut kemudian dinamai
langsung oleh Presiden Soekarno sebagai simbol kesaktian dan kedaulatan bangsa.
Nilainya ditaksir mencapai Rp10 triliun.
Namun di balik kilaunya, tersimpan perjuangan panjang para
pendulang yang selama ini jarang tersorot.
Melalui gagasan Cempaka Living Museum, cerita waktu itu
dihidupkan kembali. Bukan sekadar dikenang, tetapi dijadikan ruang edukasi,
destinasi wisata sejarah, serta motor penggerak ekonomi kreatif berbasis
budaya.
Konsep ini diharapkan mampu menjadikan Cempaka sebagai
laboratorium kebudayaan terbuka tempat generasi muda belajar sejarah, wisatawan
merasakan pengalaman autentik, dan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi
secara langsung.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Banjarbaru optimistis Cempaka akan tumbuh bukan hanya sebagai saksi masa lalu, tetapi juga sebagai episentrum masa depan kebudayaan dan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan. (red/mcbjb)

Baca Lainnya :
- Dari 166 Titik, Banjarbaru Terpilih Jadi Lokasi Launching Sekolah Rakyat oleh Presiden RI0
- Banjarbaru Kembali Raih Prestasi Nasional, Jaminan Kesehatan Warga Capai 95 %0

.jpg)












