- LSM AKGUS Apresiasi PT. SDE, Buka Ruang Dialog Guna Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat
- Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, DPKP Kalsel Gelar Pangan Murah
- BPJS Kalwil Kalimantan Gandeng Pers Perkuat Loterasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Suwanti Hadiri Rakornas di Sentul, Perkuat Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
- INKAI Kotabaru Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Semester I Tahun 2026 Bagi 57 Karateka
- Dikenal Tegas dan Bijak, H. Isam Tunjukkan Sisi Penyayang Bersama Cucu
- LSM AKGUS Surati Kapolsek Kelumpang Barat Soal Dugaan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. SDE
- Dorong ETPD, Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek Aplikasi SAPAT
- Tingkatkan Kapasitas, Disperin Kalsel Latih Petugas WASDAL Industri di 13 Kabupaten/Kota
- Perluas Akses Keadilan Warga Banua, Kemenkum RI Resmikan 2.015 Pos Bantuan Hukum di Kalsel
Jelang Kunjungan Presiden, Gubernur Kalsel Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat

Keterangan Gambar : Gubernur Kalsel saat mengunjungi salah satu sekolah Rakyat yang berada di BBPPKS Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat yang berada di BBPPKS Banjarmasin. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana serta proses pembelajaran bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki potensi akademik yang baik.
Baca Lainnya :
- Mensos RI Tinjau Lokasi Banjir di Desa Keramat Kabupaten Banjar0
- Gubernur Kalsel Melalui RSGM Gusti Hasan Aman Bantu Warga Terdampak Banjir di Sungai Tabuk0
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa saat ini Sekolah Rakyat di BBPPKS Banjarmasin telah menampung sebanyak 125 siswa yang tergabung dalam SMP dan SMA. Para siswa tersebut merupakan lulusan SD dan SMP yang diseleksi secara khusus, dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu namun memiliki kecerdasan dan kemauan belajar yang tinggi.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kondisi sekolahnya sudah lengkap, fasilitas komputer tersedia, tenaga pendidik juga ada. Anak-anak yang masuk ke sini adalah mereka yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi pintar dan berpotensi. Ini yang kita dorong,” kata Gubernur H. Muhidin, Banjarbaru, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, ke depan peluang penerimaan peserta didik akan terus dievaluasi. Pemerintah akan melihat kembali kebutuhan dan kuota, sehingga semakin banyak anak-anak kurang mampu dapat mengakses pendidikan yang layak melalui Sekolah Rakyat.
Gubernur H. Muhidin juga menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digagas Presiden RI untuk memperluas akses pendidikan yang berkeadilan. Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Mudah-mudahan dengan adanya Sekolah Rakyat yang diadakan oleh Presiden, ini membawa kebaikan bagi masyarakat seluruh Indonesia,” tuturnya.
Terkait rencana kunjungan Presiden, Gubernur menyebutkan bahwa persiapan di Kalimantan Selatan telah dilakukan dengan matang. Direncanakan, Presiden RI Prabowo Subianto akan meninjau Sekolah Rakyat pada 12 Januari mendatang, termasuk melihat langsung kesiapan fasilitas dan proses pembelajaran.
Pada kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, berbakti kepada orang tua, disiplin dalam beribadah, serta sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai bekal masa depan.
“Jaga kesehatan, taat kepada orang tua, rajin beribadah, dan benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh untuk menyiapkan diri menghadapi jenjang berikutnya,” pesannya.
Peninjauan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung program pendidikan inklusif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Sekolah Rakyat. (Red/MC)


Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0
Berita KALSEL






.jpg)






