- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Gubernur Muhidin Tegaskan Bantuan Banjir Diberikan Berdasarkan Data

Keterangan Gambar : Gubernur Muhidin saat mendampingi wapres Gibran Datangi Korban Banjir.
Banjar, Borneopos.com - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dilakukan berdasarkan data atau BNBA (By Name By adress) yang lengkap dan kondisi banjir yang benar-benar parah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin: Surplus Beras Kalsel Saat Ini Capai 1,2 Ton, Tertinggi di Kalimantan0
- Banjir Rob 2,7 Meter Intai Muara Barito, Walhi: Warga Terancam Materil dan Psikologis0
Menurut Gubernur H. Muhidin, bantuan diprioritaskan bagi rumah tangga yang mengalami genangan air cukup dalam, bukan sekadar terendam di mata kaki.
“Kalau datanya lengkap dan memang terdampak banjir yang dalam, kita bantu. Bukan hanya yang airnya sedikit,” kata Gubernur H. Muhidin, Banjar, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, setiap rumah terdampak akan menerima satu paket sembako. Selain itu, terdapat bantuan uang tunai dengan nominal dasar sekitar Rp200 ribu per rumah, namun besarannya dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kita tidak menentukan harus sama semua. Bisa Rp100 ribu, bisa lebih, bisa kurang, tergantung tingkat dampaknya,” jelasnya.
Gubernur H. Muhidin juga menyampaikan bahwa bantuan sembako disiapkan oleh dinas terkait, sementara bantuan uang tunai bersumber dari dana pribadi Gubernur. Bantuan tersebut disalurkan di seluruh wilayah yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan.
“Di mana ada banjir dan masyarakat terdampak, di situ kita hadir membantu. Yang penting datanya jelas—berapa orang dalam satu rumah, alamatnya, dan waktu kejadiannya,” tambahnya.
Pemprov Kalsel memastikan distribusi bantuan terus berjalan dan disesuaikan dengan kebutuhan terbaru di lapangan, termasuk penyediaan makanan siap saji bagi warga yang membutuhkan pada hari penyaluran. (red/MC)
Baca Lainnya :
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0
Berita Banjarbaru

.jpg)




.jpg)







