- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah

Keterangan Gambar : Rakor Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Meski di sejumlah lokasi api di permukaan telah padam, potensi bara api di bawah permukaan gambut masih ditemukan.
Baca Lainnya :
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana0
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim0
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, mengatakan kondisi tersebut ditemukan di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru. Dari pemantauan menggunakan thermal oleh kepolisian, masih terdeteksi keberadaan api meski secara kasatmata hanya terlihat asap.
“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap, padahal apinya sudah tidak ada. Setelah diuji dengan thermal oleh kepolisian, ternyata api masih ada,” ujar Muhidin di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, api yang berada di bawah permukaan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Karena itu, upaya pemadaman akan dilakukan secara lebih terarah agar bara api di dalam gambut benar-benar mati.
“Apinya di bawah. Karena kita ini gambut, di bawahnya itu masih ada api. Nah, ini yang akan kita kerjakan besok supaya benar-benar apinya hilang,” katanya.
Muhidin menjelaskan, penanganan akan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian wilayah dan tugas kepada unsur yang terlibat dalam Satgas Karhutla. Pembagian tersebut dilakukan agar penanganan api di dalam gambut dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Kita bagi tugas, ada bloknya. Blok A Polri, blok B itu nanti ditangani ASN BPBD bersama unsur terkait, termasuk TNI dan Lanud,” jelasnya.
Selain pemadaman langsung, pemerintah juga akan menguji metode penyuntikan campuran tertentu ke dalam gambut. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memadamkan api yang berada di bawah permukaan sekaligus mengetahui berapa lama efektivitasnya dalam mempertahankan kondisi gambut agar tidak kembali terbakar.
“Nah, setelah kita nanti suntik, berapa ketahanannya? Umpamanya bisa seminggu, bisa berapa hari. Ini yang mau kita coba,” tutur Muhidin.
Ia menyebut campuran berbahan deterjen yang akan digunakan merupakan hasil penemuan atau pengembangan Kapolda Kalsel. Sebelumnya, bahan tersebut telah pernah diuji dalam jumlah terbatas dan kali ini akan dicoba dengan volume yang lebih banyak untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Ini buatan daripada deterjen, buatan penemuan Pak Kapolda. Sudah pernah kita coba, tetapi cuma sedikit. Ini diperbanyak supaya kita bisa mengerjakan bersama-sama,” katanya.(red/mcks)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








