- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi

Keterangan Gambar : Suasana hutan mangrove di Desa Langadai
Kotabaru, Borneopos.com - Kabupaten Kotabaru memiliki beragam objek wisata dengan alam yang masih asri. Salah satunya adalah ekowisata di Desa Langadai, Kecamatan Kelumpang Hilir, yang diantaranya dimanfaatkan sebagai kawasan untuk mencegah abrasi. Juga, menjadi Wisata Hutan Mangrove Langadai.
Baca Lainnya :
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot0
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah 0
Saat berkeliling, pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau khas hutan mangrove sekaligus mengenal berbagai jenis hewan melalui kawasan Biodiversitas. Di antaranya burung, tupai, bekantan, ular, monyet, ketam, hingga berbagai jenis ikan.
Tak hanya fauna, pengunjung juga dapat mengenal beragam flora yang tumbuh di kawasan tersebut, seperti pohon bakau, rambai, langadai, api-api, hingga nipah. Dengan begitu, kunjungan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan, tetapi juga menambah wawasan mengenai keanekaragaman alam di kawasan mangrove.
Salah satu pengunjung, Ian dari Pulaulaut Sigam, mengaku takjub melihat kondisi hutan mangrove yang masih asri serta terjaga kebersihan dan keindahannya.
"Saya takjub melihat hutan mangrovenya. Bangunannya tidak terlalu banyak, jadi keindahannya masih cukup terjaga. Kebersihannya juga bagus. Sayangnya, saya belum bisa keliling sepenuhnya karena waktu saya terbatas dan harus segera pulang. Tapi rasa penasaran saya terhadap tempat ini sudah terjawab. Saya janji akan kembali lagi supaya bisa menikmatinya dengan waktu yang lebih lama," ucap Ian, Minggu (13/09/2026)
Menurut Ian, sejumlah fasilitas di kawasan wisata juga masih perlu mendapat perhatian, khususnya area parkir dan papan informasi.
"Kalau untuk sarannya sebenarnya tidak banyak. Untuk tempat parkir, sebenarnya tidak ada masalah, cuma tadi awalnya saya sempat takut karena ada papan yang bolong, meskipun bolongnya kecil. Mungkin bisa sedikit diperbaiki. Terus, papan informasinya juga bisa diperbarui atau ditambah, terutama dengan kualitas gambar yang lebih jernih." (red/ali).

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











