- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Keterangan Gambar : Tim gabungan Polda Kalsel saat berjibaku memadamkan Karhutla.
Kalsel, Borneopos.com - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, terus diintensifkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Pemprov, Korem, Lanud, Lanal, hingga jajaran Kepolisian. Langkah sinergis ini memfokuskan pemadaman pada titik-titik krusial seperti area Guntung Damar dan kawasan hutan lindung.
Baca Lainnya :
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD0
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua0
Dalam pemadaman yang berlangsung pada pagi hari ini, Jumat (18/9/2026) di Jalan Bandara Baru, Kota Banjarbaru, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengerahkan sebanyak 98 personel gabungan dari Polres Banjarbaru, Direktorat Samapta, dan Satuan Brimob Polda Kalsel. Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan cairan surfaktan yang dicampur air dengan rasio perbandingan 1:100. Setelah sekitar 1,5 jam penanganan intensif sejak pukul 09.00, sebanyak 90 persen titik api di area target seluas lebih dari 2 hektar berhasil dipadamkan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 10.200 liter cairan surfaktan telah diproduksi untuk menunjang operasional di lapangan. Meski bahan baku pembuatan surfaktan masih harus didatangkan dari Pulau Jawa, pasokan terus ditambah untuk didistribusikan ke seluruh posko dan armada pemadam kebakaran.
Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru serta mencegah aksi pembakaran lahan secara ilegal, tim gabungan meningkatkan intensitas pemantauan melalui patroli bersama yang digelar mulai malam hingga pagi hari. Selain patroli darat, penyediaan sumber air juga diperkuat dengan menempatkan 34 unit penampung air (bioflok) di beberapa titik strategis, termasuk Guntung Damar, hutan lindung, dan Pengayuan, serta memanfaatkan pasokan air dari embung dan area bandara.

Di samping upaya pemadaman dan pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terus berjalan tegas. Hingga kini, tim Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla Ditreskrimsus Polda Kalsel bersama jajaran Polres terus bergerak melakukan penanganan hukum secara masif.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalsel Kombes Pol. Sigit Haryono, S.I.K., S.H., M.H. menyatakan bahwa langkah awal penanganan dimulai dari penyidikan atas setiap laporan titik api yang ditemukan. Sejauh ini, pihak kepolisian telah menerbitkan sedikitnya 73 Laporan Informasi (LI), baik yang bersumber dari aduan masyarakat maupun temuan langsung petugas di lapangan.
"Dari hasil pendalaman tersebut, kami telah menerbitkan laporan polisi. Untuk kategori perorangan, saat ini sudah ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Dirkrimsus Polda Kalsel saat memberikan keterangan di lokasi penanganan Karhutla.
Dari lima tersangka perorangan tersebut, berkas perkara dua di antaranya telah memasuki Tahap I dan dilimpahkan ke Kejaksaan Penuntut Umum untuk diteliti. Sementara tiga tersangka lainnya masih dalam proses pemberkasan.
Tidak hanya menyasar pelaku perorangan, ketegasan hukum juga diarahkan kepada pihak korporasi. Polda Kalsel saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap 10 korporasi yang diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kebakaran lahan di lokasi operasional mereka.
Adapun sebaran korporasi yang tengah disidik tersebut tersebar di beberapa Kabupaten, di antaranya Kabupaten Banjar (Martapura), Tabalong, Tapin, Tanah Laut, hingga Barito Kuala (Batola). Khusus untuk Polda Kalsel, dua korporasi di antaranya telah resmi dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.
Dalam pengusutannya, kepolisian mendalami dua asumsi penyebab terbakarnya lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik kkorporas yakni Rambatan api kebakaran HGU terjadi akibat perambatan api yang berasal dari lahan di luar kawasan HGU, kemudian titik api yang memang muncul dan membakar lahan dari dalam kawasan HGU itu sendiri.
Pihak Polda Kalsel menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses penyidikan 10 korporasi tersebut dalam waktu singkat demi memberikan efek jera dan menuntaskan permasalahan Karhutla di Kalimantan Selatan. (red/ril).


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








