- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
Genangan Air Terjadi Berulang Ulang, Warga Minta Dinas PUPR Kotabaru Turun Ke Lapangan

Keterangan Gambar : Warga menimba air genangan yang masuk ke pekarangan dan tempat usaha, Jumat (1/11/24)
KOTABARU, BORNEOPOS.COM - Satu lagi titik genangan air di jalan protokol yang dikeluhan warga desa Sungai Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Dinas PUPR Kotabaru Usulkan Hapus Status KDP Proyek Jembatan Silver Yang Sempat Mangkrak 0
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96, Berikut Pesan Suwanti Untuk Generasi Muda Bumi Saijaan0
Diguyur hujan lebih kurang 15 menit, jalan raya stagen, di depan perumahan Desa Sungai Taib ini tergenang, hingga berhari-hari.
Warga sekitar lokasi genangan terpaksa membuat gundukan agar air yang kotor berwarna coklat ke kuning-kuningan tidak masuk ke pekarangan bahkan kerumah mereka.
"Kami membuat gundukan (onggokan) di jalan masuk ke rumah kami, agar air tidak masuk, tapi itupun masih saja kadang ada air yang masuk, apalagi kalau aja kendaraan besar yang jalannya laju," keluh Hasbi, warga sekitar genangan air.

Lebih jauh, Hasbi berharap pemerintah daerah melalui Dinas PUPR segera turun kelapangan dan membantu masyarakat mengatasi masalah ini.
Pantauan media ini dilapangan, Jumat (1/11/24) pagi, penyebab air yang menggenagi jalan protokol tersebut berasal dari limpasan perumahan, selain itu drainase tidak lancar (kotor) sehingga tidak berfungsi dengan baik serta tidak adanya parit di tepi jalan disebelah sisi depan mini market.
Hal ini terjadi berulang-ulang, sehingga genangan air ini sangat mengganggu masyarakat sekitar serta membahayakan pengguna jalan. (red)


Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita Lingkungan


.jpg)










