- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Workshop SISKAP, Dispar Kalsel Rumuskan Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Keterangan Gambar : Suasana workshop SISKAP, Kamis (11/9/2025).
KALSEL, BORNEOPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata menggelar Workshop Analisis Kekuatan dan Peluang Pariwisata (SISKAP) yang dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata 13 kabupaten/kota serta sejumlah pemangku kepentingan seperti PHRI, ASITA, HPI, ASPPERWI, ASTINDO, ASPPI, dan Akademi Pariwisata Nasional Banjarmasin, Kamis (11/9/2025).
Baca Lainnya :
- Dalam Empat Bulan, Polda Kalsel Berhasil Ringkus 60 Tersangka Narkotika dan Musnahkan 101 Kg Sabu0
- Warga Rampa Cengal Ajukan 5 Tuntutan dan Tolak Kemitraan Yang Ditawarkan PT Paripurna Swakarsa III 0
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting pembangunan daerah. Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata juga berperan dalam pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah.
“Di Kalimantan Selatan kita memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang luar biasa. Tugas kita adalah mengelolanya secara sinergis, unggul, dan bertanggung jawab agar mampu menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara sekaligus meningkatkan lama tinggal mereka di Banua,” ujarnya.
Workshop ini bertujuan untuk memaksimalkan promosi potensi pariwisata Kalsel, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta mengenalkan destinasi wisata unggulan sebagai upaya mendukung pertumbuhan perekonomian mikro maupun makro.
“Melalui kegiatan ini dilakukan pemetaan, kajian, dan perumusan strategi agar pengembangan serta pemasaran pariwisata lebih terarah, efektif, dan berdaya saing,” tuturnya.
Muhammad Noor menambahkan, tantangan pariwisata ke depan semakin kompleks dengan adanya perubahan tren wisata, persaingan antar destinasi, hingga tuntutan wisata berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata Dispar Kalsel, Abdul Karim Zaidan, menegaskan bahwa Kalsel memiliki potensi pariwisata luar biasa, terutama dengan hadirnya UNESCO Global Geopark Meratus yang mana ini harus terus dikembangkan dengan dukungan kabupaten/kota.
“Beberapa strategi promosi telah dilakukan, baik nasional maupun internasional, salah satunya melalui kerja sama dengan Provinsi Bali. Kerja sama ini sudah menunjukkan dampak positif, misalnya kunjungan wisatawan yang bermalam selama tiga malam di Kalsel. Mereka berwisata ke Loksado, menikmati keindahan Sungai Barito dengan kapal pinisi, serta berkunjung ke CBS sebagai pusat oleh-oleh di Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Selain itu, Kalsel juga menjalin kerja sama dengan Brunei, Malaysia, dan Filipina melalui forum BIMP-EAGA. Pertemuan lanjutan akan digelar untuk memperkuat promosi pariwisata Banua.
“Diharapkan ke depan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kalsel semakin meningkat, terlebih dengan adanya penerbangan internasional Kalsel–Malaysia yang diharapkan mampu menjadi pintu masuk wisatawan ke Banua” pungkasnya. (Red/MCKalsel)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











