- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
Sijago Merah mengamuk di Blok G Pasar Kemakmuran Kotabaru, Puluhan Kios Ludes

Keterangan Gambar : Situasi kebakaran di Blok G Pasar Kemakmuran Kotabaru, Senin (28/9/2025).
Kotabaru, Borneopos.com – Puluhan kios di Blok G Pasar Kemakmuran, Kelurahan Kotabaru Hulu, Kecamatan Pulau Laut Utara, ludes terbakar pada Senin (29/9/2025) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil diperkirakan sangat besar dan masih dalam proses pendataan.
Baca Lainnya :
- Meski Tak Tersentuh Bantuan Modal Usaha Dari Pemerintah,Siti Gigih Berjualan Topang Ekonomi Keluarga0
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api pertama kali terlihat membara dari sebuah Toko Sembako di Blok G. Salah seorang saksi, Purwandi, yang sedang berjaga malam, langsung menyadari adanya asap dan memastikan bahwa kios tersebut telah terbakar.
"Saat melihat ada api, saya segera menghubungi pihak pemadam kebakaran dan berupaya memutus aliran listrik di area pasar untuk mencegah api meluas," ucapnya, seperti tertuang dalam laporan resmi Polsek Pulau Laut Utara.
Upaya pemadaman yang melibatkan gabungan petugas Damkar, BPBD, Satuan Samapta Polres Kotabaru, dan himpunan balakar (pemadam kebakaran sukarela) akhirnya berhasil menguasai kobaran api sekitar pukul 01.00 Wita.
Kebakaran ini menghanguskan puluhan kios yang terdiri dari berbagai jenis usaha, antara lain toko sembako, toko mebel, tukang cukur, tukang jait, dan warung makan. Keberagaman usaha ini menunjukkan dampak ekonomi yang luas dari insiden tersebut.
Jajaran Polres Kotabaru langsung mengambil sejumlah langkah setelah menerima laporan. Tim dari Satuan Intelkam mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi, sementara Satuan Lantas mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Untuk mengamankan TKP, Satuan Samapta membanru proses pemadaman dan memasang garis polisi dan Satuan Reskrim mulai mengamankan barang bukti untuk penyelidikan.
Beberapa barang bukti yang telah diamankan antara lain potongan kayu dan kabel yang terbakar, serta satu unit kilometer listrik.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Satuan Reskrim Polres Kotabaru. Kapolsek Pulau Laut Utara AKP Marjoko, dalam laporannya menyatakan bahwa perkembangan situasi akan terus dilaporkan.
Sementara itu, identitas para pemilik kios dan besaran kerugian materil yang tepat masih menunggu pendataan lebih lanjut dari Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Proses ini penting untuk menentukan langkah penanganan dan pemulihan selanjutnya bagi para pedagang yang kehilangan mata pencaharian.
Pengamatan Borneopos.com pada Selasa (30/9/2025) sekira pukul 08.30 wita di lokasi tampak puluhan pedagang membersihkan dan mengakses reruntuhan tempat dagangannya serta mengumpulkan sebagian barang yang mungkin masih bisa di gunakan.
"Kami mengumpulkan barang-barang yang mungkin saja masih bisa di pergunakan," ucap salah satu pedagang yang kiosnya hangus terbakar.
Dilokasi kebakaran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Melinda Ratna Agustina mengatakan akan mengerahkan armada untuk membantu memberikan sampah serta puing-puing bekas kebakaran agar tidak mengganggu warga yang mau ke pasar.
"Pagi ini, kami ada giat bersih-bersih di sungai Baharu, tapi karena di pasar Kemakmuran ada musibah kebakaran ini, maka kami geser sebagaian armada pengangkut sampah untuk membantu membersihkan di sini," ucapnya. (*)



Baca Lainnya :
- Meski Tak Tersentuh Bantuan Modal Usaha Dari Pemerintah,Siti Gigih Berjualan Topang Ekonomi Keluarga0
- Opini | UMKM Mama Khas Banjar MEMILIH MATI0
Berita Kotabaru











