- Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Gema Takbir, Sambut 1 Syawal 1447 H
- Gubernur Muhidin: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak
- Perkuat APBN, Pemerintah Rencana Tambah Produksi Batu Bara Guna Tingkatkan Penerimaan Pajak
- UPT Pengelola Objek Wisata Kotabaru Siap Sambut Wisatawan di Musim Libur Lebaran 2026
- X Batasi Usia Pengguna di Indonesia Minimal 16 Tahun
- Guru Besar Universitas Indonesia, Rose Mini: Peran Orang Tua Kunci Sukses Implementasi PP Tunas
- Menkomdigi: Aturan Usia di PP Tunas Jadi Kunci Lindungi 70 Juta Anak Indonesia di Internet
- Raline Shah: Dampak Biologis Media Sosial bagi Anak seperti Racun yang Mengendalikan Tubuh
- Jelang Lebaran 2026, Pelindo Kotabaru Catat Kenaikan Penumpang Capai 107% dari Tahun Sebelumnya
- Tak ada Petugas di Puskesmas Batulicin Malam Hari, Warga Kesulitan Akses Kesehatan Saat Darurat
Percepat Penurunan Stunting, BAPPERIDA Kota Samarinda Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Rakor Penurunan Stunting Samarinda Kota, Kamis (3/10/24).
Borneopos.com, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Riset Daerah (BAPPERIDA) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Peningkatan Capaian Penilaian Kinerja 8 Aksi Bangda Penurunan Stunting, Kamis (03/10/2024) di Ruang Rapat Utama Lt. II Kantor BAPPERIDA Kota Samarinda.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Pendapatan PBB P-2, Bapenda Kota Samarinda Gagas Program SEJATI0
- Wali Kota Samarinda, Andi Harun Resmikan Portal Samagov.id0
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kelurahan Sempaja Timur, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), serta Petugas Input Aksi Bangda 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting.
Kepala BAPPERIDA, H. Ananta Fathurrozi, S.Sos., M.Si., membuka rapat dengan menekankan pentingnya Rembug Stunting sebagai salah satu langkah untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan di Kota Samarinda dalam upaya percepatan pencegahan stunting.
“Rembug Stunting bertujuan menggalang dan memperkuat komitmen seluruh stakeholders untuk bersama-sama mempercepat pencegahan stunting di Kota Samarinda,” ujar Fathurrozi dalam sambutannya.
Sebagai narasumber, Imam Gunadi, S.TP, memaparkan beberapa langkah strategis yang dioptimalkan oleh Pemerintah Kota Samarinda dalam mereduksi prevalensi stunting.

Strategi tersebut diimplementasikan melalui 8 Aksi Konvergensi yang meliputi Analisis Situasi, penyusunan Rencana Kegiatan, Rembug Stunting, serta pembentukan Peraturan Wali Kota. Tidak ketinggalan, pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM).
perbaikan sistem manajemen data, hingga pengukuran dan publikasi angka stunting juga menjadi bagian dari strategi ini.
“Analisis situasi dilakukan untuk memahami sebaran stunting serta kualitas dan cakupan intervensi gizi prioritas, yang kemudian ditindaklanjuti dengan rencana kegiatan tahun berjalan dan tahun berikutnya,” jelas Imam Gunadi kepada para panelis.
Pengukuran dan publikasi angka stunting juga menjadi fokus utama dalam strategi ini.
Pemerintah Kota Samarinda berupaya memantau perkembangan dan sebaran stunting secara berkala, dengan tujuan meningkatkan akuntabilitas dan kinerja program penanganan stunting.(rls/kmf-smr/saiful)

Baca Lainnya :
- Tingkatkan Pendapatan PBB P-2, Bapenda Kota Samarinda Gagas Program SEJATI0
- Andi Harun Serahkan Bantuan Sosial Non Tunai kepada 1.242 Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrim0
Berita KALTIM














