- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Warga Sebut, Banjir 28 Agustus 2025 di Kotabaru Terparah Dalam 5 Tahun

Keterangan Gambar : Kondisi banjir Kotabaru, Kamis (28/8/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Kotabaru kembali dikepung banjir besar pada Kamis dini hari (28/8/2025) setelah hujan deras mengguyur sejak malam sebelumnya. Air yang naik cepat membuat warga tak sempat berbuat banyak, rumah-rumah terendam, jalan raya lumpuh, hingga fasilitas umum ikut menjadi korban. Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam tercatat sebagai wilayah yang paling parah terdampak.
Baca Lainnya :
- DLH Kotabaru Sosialisasikan Penanganan dan Pengelolaan Sampah di SMAN 2 Melalui Buku Saku Digital0
- Sertijab Kasat Lantas Polres Kotabaru, Kapolres Sampaikan Apresiasi0
Banjir kali ini disebut beberapa warga, salah satunya datang dari pustakawan dan epidemiolog kesehatan, Mario Hikmat, sebagai yang terparah dalam lima hingga enam tahun terakhir.
Air yang mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa melumpuhkan aktivitas masyarakat, merendam rumah, kendaraan bermotor, mobil, hingga berkas-berkas penting milik warga.
"Pukul 3 dini hari tante saya menelpon sambil menangis. Saat terbangun, rumahnya sudah terendam. Tak ada yang bisa diselamatkan. Motor, pakaian, berkas penting, dan semua yang ada di lemari. Saya kaget dan segera ingin membantunya. Namun, setelah membuka pintu rumah, air sudah sampai di teras. Kurang dua jari sebelum menyelinap ke dalam rumah," ungkap Mario, Jumat pagi (29/08/2025)
Mario menuturkan, dalam waktu singkat air masuk ke rumahnya. Ia hanya bisa bergegas menyelamatkan barang yang sempat diangkat ke tempat lebih tinggi.
"Buku-buku di bagian bawah rak saya selamatkan pertama kali. Kemudian kasur, lalu alat elektronik, pakaian dan terakhir barang-barang lainnya. Tak sampai 10 menit, air mulai masuk lewat sela-sela pintu dan lantai kayu. Warnanya kecoklatan. Baunya tak sedap. Dan saya, hanya bisa terduduk mengamati air itu masuk pelan-pelan sambil mengutuk pemerintah daerah yang tak pernah bisa menyelesaikan persoalan banjir di Kotabaru," katanya.
Biasanya, rumah Mario relatif aman setiap kali banjir melanda. Namun kali ini berbeda, hampir seluruh titik di Kotabaru terendam. Tidak hanya rumah warga, sekolah dan kantor pemerintahan pun ikut menjadi korban.
Saat air mulai surut, genangan meninggalkan tanah dan tumpukan sampah berserakan. Kondisi tersebut membuat warga kian resah, terlebih persoalan banjir dianggap belum pernah ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
"Saya pikir pemerintah harus berbenah. Pembangunan mesti sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Karena banjir bukan sebab, tapi dampak. Pembangunan harus menyelamatkan, bukan malah merusak hutan, mengintensifkan pertambangan, memasifkan sawit, mengganggu kehidupan pegunangan, dan sebagainya yang jadi sebab munculnya bencana alam seperti banjir. Semua ini perlu diperbaiki dari urusan perspektif sampai ke soal teknis semisal pembuatan gorong-gorong," ujar Mario. (Ali)




Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0














