- Dispora Kalsel Bekali Wirausaha Muda Kuasai Strategi Pemasaran Digital
- RSGM Gusti Hasan Aman Sosialisasikan SI BEKANTAN NASAR, Perkuat Transformasi Digital
- WALHI Kalsel Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan
- Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi
- Kadispapora Hadiri Musen VIII Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru
- SLB-C Pembina Lahirkan Kemandirian Siswa Melalui Program Vokasi Berprestasi Internasional
- Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan
- Soal Anak Meminta Minta di lampu Merah, Dinsos Kotabaru: Kami Cari Pola Penanganan Yang Tepat
Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Keterangan Gambar : Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, pusat HUT Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana mengubah konsep peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang jatuh pada 14 Agustus mendatang. Jika sebelumnya peringatan hari jadi identik dengan panggung hiburan dan pertunjukan musik, kali ini perayaan akan dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Jalan Dharma Praja, Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah0
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan0
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan, konsep peringatan hari jadi tahun ini akan lebih sederhana dan bernuansa religius.
“Kemungkinan kita tidak lagi melaksanakan hari jadi seperti dulu, artinya ada panggung, ada musik dan sebagainya. Ke depan, untuk hari jadi kita kemungkinan dilaksanakan di masjid. Pada tanggal 14 itu paginya kita meresmikan masjid, kemudian siangnya kita melaksanakan salat di sana sekaligus memperingati hari jadi,” ujar H. Muhidin, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sendiri mengambil nama dari ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang dikenal dengan Datu Kelampayan.
Pembangunan masjid tersebut diawali dengan peletakan batu pertama pada 7 Desember 2022 oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, H. Sahbirin Noor. Proyek pembangunan dilaksanakan secara multiyears dengan total anggaran sekitar Rp121 miliar.
Masjid yang berdiri di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu memiliki bangunan utama seluas sekitar 4.000 hingga 4.650 meter persegi dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah.
Selain mengusung fungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, desain Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga mengadopsi arsitektur khas rumah Banjar dengan bubungan tinggi. Kawasan masjid turut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti taman dan embung yang mempercantik lingkungan sekitarnya.
Dengan rencana peresmian masjid yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, diharapkan momentum tersebut menjadi simbol semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius dan kebersamaan masyarakat Banua.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL











