- Pamor Borneo 2026, Potensi Pertumbuhan Bernilai Tambah Kalimantan
- DPKP Sebut Capaian LTT Kalsel Hingga 31 Agustus 2026 Sesuai Rencana 23.163 Hektar
- Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat
- BPBD Kalsel Catat 1.903 Kejadian Karhutla hingga 25 Agustus 2026
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Kotabaru Lantik Pejabat JPT dan Pengawas
- Desa Tegalrejo Kelumpang Hilir Kotabaru Wakili Kalsel dalam Penilaian Desa PHBS 2026
- Rakor TIMPORA Kotabaru Dorong Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor
- Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan
- Kemendikdasmen Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Perkuat Kompetensi Guru SD di Kotabaru
- Pemkab Kotabaru Raih Juara III Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kal-Sel
Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Keterangan Gambar : Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, pusat HUT Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana mengubah konsep peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang jatuh pada 14 Agustus mendatang. Jika sebelumnya peringatan hari jadi identik dengan panggung hiburan dan pertunjukan musik, kali ini perayaan akan dipusatkan di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Jalan Dharma Praja, Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Jaga Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah0
- Dispora Kalsel Siapkan Pelatihan Wasit dan Juri untuk Tingkatkan Mutu Tenaga Keolahragaan0
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan, konsep peringatan hari jadi tahun ini akan lebih sederhana dan bernuansa religius.
“Kemungkinan kita tidak lagi melaksanakan hari jadi seperti dulu, artinya ada panggung, ada musik dan sebagainya. Ke depan, untuk hari jadi kita kemungkinan dilaksanakan di masjid. Pada tanggal 14 itu paginya kita meresmikan masjid, kemudian siangnya kita melaksanakan salat di sana sekaligus memperingati hari jadi,” ujar H. Muhidin, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sendiri mengambil nama dari ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang dikenal dengan Datu Kelampayan.
Pembangunan masjid tersebut diawali dengan peletakan batu pertama pada 7 Desember 2022 oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, H. Sahbirin Noor. Proyek pembangunan dilaksanakan secara multiyears dengan total anggaran sekitar Rp121 miliar.
Masjid yang berdiri di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu memiliki bangunan utama seluas sekitar 4.000 hingga 4.650 meter persegi dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah.
Selain mengusung fungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, desain Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga mengadopsi arsitektur khas rumah Banjar dengan bubungan tinggi. Kawasan masjid turut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti taman dan embung yang mempercantik lingkungan sekitarnya.
Dengan rencana peresmian masjid yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, diharapkan momentum tersebut menjadi simbol semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius dan kebersamaan masyarakat Banua.(red/mcksl)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250






.jpg)







