- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas

Keterangan Gambar : Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel menegaskan komitmennya dalam melakukan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang inklusif. Proses pemenuhan ini akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan riil masing-masing sekolah, bukan berdasarkan keinginan semata.
Baca Lainnya :
- Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat0
- Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 128,7 Kg Sabu, Kapolda: Sasar Daerah Pertambangan dan Perkotaan0
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pengadaan fasilitas penunjang di sekolah. Pemenuhan fasilitas tersebut harus benar-benar disesuaikan dengan kegunaan dan kondisi di lapangan.
“Sarana dan prasana Disabilitas itu pemenuhannya secara bertahap dan sesuai kebutuhan sekolah. Jangan sampai ada peralatan itu hanya untuk keinginan, tetapi kita harus sesuai kebutuhan dan sesuai dengan kegunaannya. Itu yang harus kita lakukan,” ujar Abdul Rahim, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa konsep aksesibilitas ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik luar ruangan, melainkan mencakup ekosistem belajar yang menyeluruh bagi para peserta didik.
“Tidak hanya mencakup akses fisik seperti toilet ramah disabilitas dan jalur mobilitas yang aman, tetapi juga akses terhadap media pembelajaran, teknologi pendukung, serta lingkungan belajar yang nyaman dan mudah diakses oleh semua peserta didik,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus mengintegrasikan prinsip aksesibilitas secara berkesinambungan dalam setiap aspek pembangunan dan pengembangan satuan pendidikan di wilayahnya.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








