- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas
- Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

Keterangan Gambar : Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer I Peradaban Dayak Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa”, pameran ini mengupas tuntas dan menarasikan perjalanan serta perkembangan peradaban masyarakat Dayak sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 128,7 Kg Sabu, Kapolda: Sasar Daerah Pertambangan dan Perkotaan0
- Workshop Wirausaha Kerajinan, Disperin dan Dekranasda Kalsel Berdayakan Industri Usaha di Banua0
Selain sebagai ajang pelestarian, pameran ini juga dimaksimalkan sebagai wadah edukasi untuk mengenalkan lebih dekat bagaimana peradaban dan eksistensi Suku Dayak yang ada di Kalsel kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwanto memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Langkah tersebut dinilainya menjadi bagian nyata dalam menyukseskan program pembangunan daerah.
“Ini sangat bagus ya. Jadi kegiatan ini tema yang pertama. Ini inisiatif yang luar biasa dari Kepala Museum, menjawab dari visi-misi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), terutama misi satu yaitu mengangkat lagi tradisi budaya Banjar dan Dayak. Nah, itu yang saya apresiasi kepada kawan-kawan kita di museum, Kepala Museum dan jajaran,” ujar Eddy, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Ke depan, Disdikbud Kalsel berharap agar Museum Lambung Mangkurat tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Lebih dari itu, museum dituntut untuk konsisten dan mampu mengintegrasikan kekayaan budaya ini ke berbagai sektor kehidupan.
“Harapan ke depan mungkin lebih kepada konsistensi ya, karena kita kan sudah punya kekayaan yang luar biasa di Banua ini. Tinggal bagaimana nanti implementasinya kepada dimensi-dimensi kemajuan kebudayaan; dimensi ekspresi, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan. Nah, itu nanti dibuatkan melalui fungsi museum,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa esensi utama dari museum adalah sebagai jembatan ilmu dan peradaban antargenerasi agar warisan leluhur tidak punah tergerus zaman.
“Museum ini kan bukan hanya tempat warisan ya, bukan tempat koleksi sebenarnya, tapi lebih kepada bagaimana nanti warisan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL











