- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

Keterangan Gambar : Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer I Peradaban Dayak Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa”, pameran ini mengupas tuntas dan menarasikan perjalanan serta perkembangan peradaban masyarakat Dayak sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 128,7 Kg Sabu, Kapolda: Sasar Daerah Pertambangan dan Perkotaan0
- Workshop Wirausaha Kerajinan, Disperin dan Dekranasda Kalsel Berdayakan Industri Usaha di Banua0
Selain sebagai ajang pelestarian, pameran ini juga dimaksimalkan sebagai wadah edukasi untuk mengenalkan lebih dekat bagaimana peradaban dan eksistensi Suku Dayak yang ada di Kalsel kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwanto memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Langkah tersebut dinilainya menjadi bagian nyata dalam menyukseskan program pembangunan daerah.
“Ini sangat bagus ya. Jadi kegiatan ini tema yang pertama. Ini inisiatif yang luar biasa dari Kepala Museum, menjawab dari visi-misi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), terutama misi satu yaitu mengangkat lagi tradisi budaya Banjar dan Dayak. Nah, itu yang saya apresiasi kepada kawan-kawan kita di museum, Kepala Museum dan jajaran,” ujar Eddy, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
Ke depan, Disdikbud Kalsel berharap agar Museum Lambung Mangkurat tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Lebih dari itu, museum dituntut untuk konsisten dan mampu mengintegrasikan kekayaan budaya ini ke berbagai sektor kehidupan.
“Harapan ke depan mungkin lebih kepada konsistensi ya, karena kita kan sudah punya kekayaan yang luar biasa di Banua ini. Tinggal bagaimana nanti implementasinya kepada dimensi-dimensi kemajuan kebudayaan; dimensi ekspresi, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan. Nah, itu nanti dibuatkan melalui fungsi museum,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa esensi utama dari museum adalah sebagai jembatan ilmu dan peradaban antargenerasi agar warisan leluhur tidak punah tergerus zaman.
“Museum ini kan bukan hanya tempat warisan ya, bukan tempat koleksi sebenarnya, tapi lebih kepada bagaimana nanti warisan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








