- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas
- Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Workshop Wirausaha Kerajinan, Disperin dan Dekranasda Kalsel Berdayakan Industri Usaha di Banua

Keterangan Gambar : Workshop Wirausaha Kerajinan Kalsel.
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Workshop Wirausaha Kerajinan di Kalimantan Selatan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha kerajinan daerah di tengah perkembangan pasar dan transformasi digital yang terus berkembang.
Baca Lainnya :
- Karang Taruna Didorong Berperan dalam Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah0
- Hendra Korban Pembacokan di Semaras Kotabaru Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku0
Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah yang diwakili Plh Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam berbagai program pemberdayaan dan pengembangan industri kerajinan di Banua.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Dekranasda menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan OJK atas kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung pengembangan industri kerajinan daerah. Sinergi ini menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas para pelaku usaha kerajinan agar semakin maju dan berdaya saing,” ujar Miftahul Chair di Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).
Ia menegaskan, industri kerajinan merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya dan kearifan lokal, sektor ini juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan kriya yang sangat beragam dan bernilai tinggi, mulai dari kain sasirangan, anyaman purun, kerajinan kayu, kerajinan serat alam hingga berbagai produk kreatif lainnya yang menjadi kebanggaan Banua. Potensi tersebut harus terus didorong agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Produk-produk kerajinan Banua memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi tersebut terus berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Miftahul Chair juga mengingatkan bahwa para perajin saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan tren pasar, perkembangan teknologi digital, tuntutan kualitas produk, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas usaha menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan terkait pengembangan usaha, strategi pemasaran, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta akses pembiayaan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha kerajinan.
“Workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring, memperluas kemitraan, dan melahirkan berbagai inovasi baru yang dapat mendorong kemajuan industri kerajinan Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan industri kerajinan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Dekranasda, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, media, dan para perajin.
Melalui kerja sama yang terus diperkuat dengan Bank Indonesia dan OJK, Dekranasda Kalsel berharap berbagai program pembinaan, peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar dapat semakin mendorong lahirnya pelaku usaha kerajinan yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL











