- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
- Setda Kotabaru Dorong ASN Cerdas Finansial di Era Digital
- Kotabaru Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kalsel
- Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Pemkab Kotabaru Gelar Apel Hari Kesadaran Nasional
- 30 Pemuda Kotabaru Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Digitalisasi Usaha di Tanah Bumbu
- Disparpora dan IOSKI Kotabaru Gelar Pelatihan SKJ 2022 dan SAIH untuk Guru PJOK
- Polda Kalsel Ungkap 128,7 Kilogram Sabu, Pemprov Apresiasi Kinerja Aparat
- Dinas Pariwisata Kalsel Gelar Pelatihan SDM, Pokdarwis Didorong Jadi Garda Terdepan Pariwisata
- Pemprov Kalsel Berkomitmen Penuhi Sarana Pendidikan Ramah Disabilitas
- Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat
Hendra Korban Pembacokan di Semaras Kotabaru Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku

Keterangan Gambar : Korban pembacokan di Semaras (13/6/2026).
Kotabaru, Borneopos.com - Kondisi korban pengeroyokan yang disertai pembacokan di Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, berangsur membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Lainnya :
- Saijaan Liga Bulutangkis 2026 Resmi Bergulir, 419 Atlet Ramaikan HUT ke-76 Kotabaru0
- Kotabaru Masuk Daftar 8 Mal Pelayaan Publik Baru yang Diresmikan Menteri PANRB0
Saat ditemui jurnalis Borneopos.com pada Rabu (17/6/2026) di RSUD Pangeran Jaya Sumitra, Pria tersebut bernama Hendra Setiawan berusia 31 tahun asal Jalan Patmaraga, Kotabaru, itu saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kotabaru akibat sejumlah luka yang dideritanya. Meski demikian, kondisi kesehatannya disebut mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
"Alhamdulillah untuk keadaan saat ini agak sedikit membaik," ujar Hendra dari ruang perawatannya.
Hendra menceritakan, pengeroyokan pertama terjadi pada Sabtu malam (13/6/2026) usai salat Magrib. Saat itu dirinya sedang bekerja lembur sebagai kuli bangunan di sebuah sekolah dasar di Desa Semaras.
Menurut pengakuannya, ia sempat keluar untuk mencari umpan memancing dan bertemu dua orang yang sedang mengonsumsi minuman keras. Hendra kemudian diajak berbincang sebelum kembali ke lokasi pekerjaannya.
"Waktu itu malam Minggu habis Magrib, saya mau cari umpan buat mancing. Ketemu dua orang yang lagi minum, diajak ngobrol sambil minum. Saya anggap sebagai teman, lalu kembali ke tempat kerja," tuturnya.
Tak lama kemudian, dua orang tersebut datang memanggilnya ke pinggir jalan. Salah satu di antaranya disebut langsung menghunus parang. Dalam kejadian itu, seorang pria berinisial M disebut sempat berusaha melerai.
Namun, dua hari berselang, Hendra kembali menjadi sasaran penyerangan. Kejadian kedua berlangsung pada Senin malam setelah salat Isya di dalam ruangan tempatnya bekerja.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh lima orang. Salah satu pelaku diyakininya merupakan orang yang terlibat pada peristiwa pertama, sementara pelaku lainnya sulit dikenali karena mengenakan jaket berwarna hitam.
"Terus malam Senin diserang lagi berlima habis Isya di dalam ruangan. Salah satunya yang nyerang kemarin, yang lain saya tidak tahu karena semuanya pakai jaket hitam. Untung sempat kabur ke warung," ujarnya.
Hendra mengatakan para pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang. Ia menduga dua orang pelaku berusia sebaya dengannya, sementara tiga lainnya berusia lebih tua.
Usai kejadian, warga bersama kakaknya segera membawa Hendra ke Puskesmas Lontar untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah luka-lukanya dijahit sementara, ia langsung dirujuk ke RSUD Kotabaru pada malam yang sama.
"Setelah kejadian pembacokan, saya langsung dibawa masyarakat sekitar bersama kakak saya, ke Puskesmas Lontar. Di sana luka dijahit sementara, lalu malam itu juga dirujuk ke RSUD," katanya.
Akibat serangan tersebut, Hendra mengalami sejumlah luka serius di bagian lengan kanan dari pundak hingga siku, punggung, serta kepala.
Namun, hingga tiga hari setelah peristiwa pengeroyokan, Hendra mengaku masih belum menerima informasi perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian.
"Polisi waktu itu meminta celana pendek yang saya pakai sebagai barang bukti dan meminta penjelasan terkait kejadian. Tapi sampai tiga hari berjalan, belum ada menerima informasi perkembangan penanganan kasus ini," pungkasnya.
Meski demikian, ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku penyerangan.
"Kami harap, semoga pihak kepolisian secepatnya menangkap semua pelakunya. Kami juga berharap ada pertanggungjawaban biaya pengobatan di rumah sakit dari pelaku ataupun pihak keluarganya," harapnya. (paridah)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













