- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Dorong Pembinaan Atlet Lewat Perwosi Cup I 2026
- Wakil Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Turnamen Voli Antar Pelajar
- DPRD Kotabaru Pastikan Distribusi Solar Bersubdisi Tepat Sasaran
- Warga Tarjun Usul Paving dan JPU, Sahrani: Akan Diperjuangkan Hingga Terealisasi
- Sahrani Serap Aspirasi pada Reses di Desa Tarjun
- Gewsima Serap Aspirasi Warga Semayap pada Reses Tahap II 2026
- DPRD Kotabaru Apresiasi Kegiatan FBS 2026
- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
Pelabuhan Empat Serangkai Kotabaru Rusak Parah, Suwanti Janji Kawal Pembangunannya

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kotabaru Suwanti saat meninjau pelabuhan Empat Serangkai Kotabaru, Minggu (17/8/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Pelabuhan Empat Serangkai Kotabaru yang setiap hari digunakan warga Saijaan sebagai pintu keluar dan masuk ke Kotabaru, khususnya masyarakat dari kecamatan-kecamatan (sungaian) kini kondisnya sangat memprihatinkan.
Baca Lainnya :
- Sebuku Coal Group Bantu Peralatan Panen UMKM Gula Aren di Desa Selaru Kotabaru0
- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 20250
Tampak beberapa bagian jembatan mengalami rusak berat seperti lantai yang keropos dan bolong, tiang penyangga jembatan yang patah karena usia serta paku jembatan sebagian sudah tak ada membuat jembatan bergoyang jika dilewati menggunakan sepeda motor.
Kondisi jembatan yang selalu dikeluhkan warga ini pun mendapat perhatian serius dari ketua DPRD Kotabaru Suwanti, dengan meninjau langsung kondisi jembatan beberapa pejabat, Minggu (17/8/2025).
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Jembatan sudah berlubang-lubang, dan yang lebih menyedihkan, warga harus memperbaiki sendiri. Ini harusnya jadi perhatian serius,” kata Hj. Suwanti.
Menurutnya, pelabuhan ini berada di wilayah perkotaan dan sangat vital sebagai pintu masuk dan keluar warga dari kecamatan kepulauan di Kotabaru.
“Letaknya di pusat kota, tapi kondisinya terbengkalai. Padahal, ini adalah jalur utama warga dari kepulauan. Perbaikannya harusnya bisa dipercepat,” ujarnya.
Suwanti juga menyoroti seringnya dilakukan survei dan pengukuran oleh berbagai instansi, namun tanpa tindak lanjut nyata.
“Warga kecewa karena terlalu sering diukur dan ditinjau, tapi tidak ada hasil. Ini menjadi catatan penting. Pemerintah harus segera ambil tindakan, jangan sampai kepercayaan masyarakat terus menurun,” tegasnya.
Ia berharap, kehadiran pimpinan DPRD di lokasi bisa menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti permasalahan pelabuhan yang sudah terlalu lama dikeluhkan masyarakat.
“Kami akan kawal ini agar segera masuk dalam program prioritas pembangunan. Jangan sampai pelabuhan strategis seperti ini terus dibiarkan rusak tanpa kepastian,” pungkas Suwanti. (*)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














