- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Jaga Kelestarian Tanaman Bawah Air, DLH Samarinda Tebar Eco Enzym Di Sungai Karang Mumus

Keterangan Gambar : Peserta tebar eco enzym di perairan Sungai Karang Mumus, Jumat (15/11/24)
SAMARINDA, BORNEOPOS.COM -- Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Jumat (15/11/24) pagi, tebar eco enzym di perairan Sungai Karang Mumus (SKM).
Baca Lainnya :
- Plt. Wali Kota Samarinda Hadiri Malam Apresiasi Insan Pemuda 20240
- Polres Kotabaru : Pengguna Sepeda Listrik Usia Minimal 12 Tahun Dan Bukan Di Jalan Raya0
Sedikitnya ada sebanyak 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas lingkungan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda, enam universitas, serta organisasi masyarakat lainnya menebarkan eco enzym tadi di sekitar Jembatan Gelatik Universitas Mulawarman.
Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah yang mimpin langsung aksi pagi itu , mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu mereklamasi sungai dari aspek lingkungan, khususnya untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman bawah air seperti alga dan lumut.
"Tanaman-tanaman ini berperan penting dalam menyerap racun di air, sehingga bisa menjaga kualitas air di Sungai Karang Mumus,"ungkapnya.
Ia menjelaskan, eco enzym yang ditebar sengaja disebarkan pada air yang mengalir agar bisa meluas hingga jarak 3-5 kilometer. Pihaknya sendiri telah menyiapkan ratusan botol eco enzym untuk peserta, dengan total volume sekitar 200 liter.
"Setiap tahun, kami melaksanakan kegiatan seperti ini sebanyak 3-4 kali. Dan ini adalah pelaksanaan ketiga kami di tahun ini," tambahnya.
Endang mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Sungai Karang Mumus. Eco enzym, menurutnya, bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan sisa-sisa buah dan sayuran yang difermentasi.
Dengan kegiatan tadi, ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan bersinergi dalam menjaga kelestarian Sungai Karang Mumus sebagai salah satu ikon penting Kota Samarinda.
"Jika sungai kita sehat, lingkungannya juga sehat, dan yang menikmati kenyamanannya adalah kita sendiri," ujar Endang. (ril/red)

Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0














