- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Dipicu Hujan Deras dan Pasang Sungai Mahakam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Keterangan Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Suwarso.
Samarinda Borneopos.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Selasa (27/5/2025) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota. Tinggi genangan air dilaporkan mencapai 50 hingga 100 sentimeter di beberapa titik.
Baca Lainnya :
- Andi Harun dan Kapolresta Samarinda Meriahkan CFD Spesial HUT Bhayangkara ke-790
- Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri Buka Rakerkot KONI Samarinda 20250
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas hujan berada pada kisaran 50 hingga 85 milimeter per jam hingga pukul 08.00 Wita.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena pasang besar Sungai Mahakam yang menimbulkan efek backwater pada anak-anak sungainya, seperti Sungai Karang Mumus, Karang Asam Kecil, dan Karang Asam Besar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan kombinasi hujan deras dan pasang sungai menyebabkan air tertahan sehingga meluap ke wilayah dataran rendah.
“Pasang besar di Sungai Mahakam dan curah hujan tinggi mengakibatkan air tertahan, sehingga masih terjadi genangan di beberapa titik kota,” ujar Suwarso, Selasa (27/5/2025).
Beberapa kawasan terdampak cukup parah antara lain Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, dan Samarinda Ilir.
Sejumlah ruas jalan turut terendam, seperti Jalan Panjang, Kebun Agung, Simpang 4 Lemiswana, dan Simpang 4 Sembajak. Di wilayah Palaran bahkan dilaporkan terjadi longsor akibat tingginya intensitas hujan. Meski begitu, kondisi mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
BPBD memperkirakan permukaan air akan terus surut dalam dua jam ke depan seiring berkurangnya curah hujan.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kota Samarinda telah mengerahkan seluruh armada siaga, termasuk kendaraan penyelamat, perahu evakuasi, serta mobil operasional di sejumlah titik.
Jalur menuju Bandara APT Pranoto juga mendapat perhatian khusus dengan disiagakannya armada Dalmas untuk memastikan kelancaran akses warga.
“Kami sudah sediakan semua kendaraan untuk evakuasi di titik-titik genangan air cukup dalam,” tambah Suwarso yang juga menjabat Plh. Asisten I Pemkot Samarinda.
Data terakhir menunjukkan curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Samarinda Ulu dan Samarinda Utara, masing-masing mencapai 85 mm dan 81,5 mm per jam.
“Kami mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” tutup Suwarso. (ril/red)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












