- Bupati Kotabaru Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Masa Tugas 2026–2030
- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
IPKD 2025 : Balangan, Tanah Laut dan HSS Jadi Daerah Terbaik di Kalsel

Keterangan Gambar : Penganugerahan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024, Tahun Ukur 2025 kepada kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (10/12/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalsel dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel menyerahkan Penganugerahan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024, Tahun Ukur 2025 kepada kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (10/12/2025).
Baca Lainnya :
- Gabungan LSM Banua Geruduk Kejati Kalsel, Pertanyakan Kasus Mandek dan Tambang Ilegal0
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam menerapkan tata kelola keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Penganugerahan diserahkan secara resmi oleh Kepala BRIDA sekaligus Plt. Kepala Disdukcapil Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat, yang mewakili Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Ia menegaskan bahwa IPKD merupakan bagian dari implementasi Permendagri Nomor 19 Tahun 2020 yang mengatur pengukuran indeks pengelolaan keuangan daerah melalui enam dimensi utama.
“IPKD mengukur kesesuaian perencanaan dan penganggaran, alokasi belanja APBD, transparansi, penyerapan anggaran, kondisi keuangan daerah, hingga opini BPK atas LKPD,” jelas Thaufik.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota yang telah memenuhi standar pengukuran tersebut, serta mendorong agar daerah dengan peringkat baik menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin memperkuat tata kelola keuangannya.
“Setiap rupiah APBD harus dipastikan kebermanfaatannya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, transparansi dan data yang akurat menjadi sangat penting,” tambahnya.
Thaufik juga memberikan penghargaan kepada Tim IPKD provinsi dan kabupaten/kota yang berada di bawah BRIDA/Balitbangda/Bappelitbang atas sinergi dalam proses pengukuran IPKD.
Penerima Penghargaan Tata Kelola Keuangan Daerah Klaster Keuangan Daerah Sangat Tinggi dan Tinggi yaitu Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Untuk Peringkat Terbaik IPKD 2025 yaitu Terbaik 1: Kabupaten Balangan, Terbaik 2: Kabupaten Tanah Laut dan Terbaik 3: Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Thaufik juga mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan memastikan validitas data dan pelaksanaan proses pengukuran sesuai standar.
“Melalui kolaborasi dan kerja bersama, kita dapat meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Dengan penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh daerah semakin termotivasi untuk memperbaiki pengelolaan keuangan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. (red/MC)


Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Lamban Dimulai, Proyek Multiyears Jembatan Semayap Senilai Rp. 9,2 M di Protes Warga0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)


.jpg)
1.jpg)




