- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Dorong Pembinaan Atlet Lewat Perwosi Cup I 2026
- Wakil Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Turnamen Voli Antar Pelajar
- DPRD Kotabaru Pastikan Distribusi Solar Bersubdisi Tepat Sasaran
- Warga Tarjun Usul Paving dan JPU, Sahrani: Akan Diperjuangkan Hingga Terealisasi
- Sahrani Serap Aspirasi pada Reses di Desa Tarjun
- Gewsima Serap Aspirasi Warga Semayap pada Reses Tahap II 2026
- DPRD Kotabaru Apresiasi Kegiatan FBS 2026
- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
Ukir Berbagai Prestasi, Sekolah Rakyat di Kalsel Kini Makin Diminati

Keterangan Gambar : Pengecekan Sekolah Rakyat di Kalsel
Kalsel, Borneopos.com - Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI mulai menunjukkan dampak positif di Kalimantan Selatan. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Yadi Muchtar, mengatakan peluncuran program tersebut membuat masyarakat semakin memahami tujuan dan manfaat Sekolah Rakyat sehingga minat untuk menyekolahkan anak-anak mereka terus meningkat.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kalsel Dorong Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan0
- Disparpora Promosikan Destinasi Wisata Kotabaru di Expo Saijaan 20260
“Sejak diluncurkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, masyarakat semakin mengetahui tujuan dan manfaat Sekolah Rakyat. Hal ini berdampak pada meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat,” kata Yadi, Banjarbaru, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, perubahan positif juga terlihat pada para peserta didik sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Dari sisi kesehatan dan kebersihan, kondisi anak-anak mengalami peningkatan. Selain itu, sikap dan kepedulian terhadap sesama juga semakin baik.
“Setelah masuk Sekolah Rakyat, anak-anak menjadi lebih sehat, lebih bersih, serta lebih sopan dan peduli terhadap sesama,” ucapnya.
Yadi mengungkapkan, sejak pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2025 hingga saat ini, para siswa telah menorehkan sejumlah prestasi. Mereka berhasil meraih penghargaan dalam berbagai lomba seperti menggambar, menulis, dan baris-berbaris, bahkan beberapa di antaranya meraih prestasi di tingkat provinsi.
“Saya melihat dalam waktu yang relatif singkat, harapan Bapak Presiden sudah mulai terlihat melalui berbagai pencapaian yang diraih anak-anak,” ungkapnya.
Untuk tahun ajaran 2026, lanjut Yadi, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Proses penerimaan dilakukan melalui penjangkauan langsung kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
“Kami lebih aktif melakukan penjangkauan ke rumah-rumah masyarakat yang masuk desil 1 dan desil 2. Alhamdulillah, respons masyarakat cukup baik. Khusus di Banjarbaru saja sudah lebih dari 200 anak yang menyatakan minat untuk bergabung,” jelasnya.
Di Kalimantan Selatan, terdapat tiga lokasi Sekolah Rakyat permanen, yakni di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu. Saat ini, progres pembangunan fisik rata-rata telah mencapai sekitar 70 persen.
“Harapan dari Kementerian Pekerjaan Umum, pada 20 Juni seluruh fasilitas sudah dapat digunakan sehingga ketika proses penjangkauan selesai dan anak-anak telah terdata, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik pada tahun ajaran baru ini,” pungkasnya.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL













