- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kalsel Dorong Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan

Keterangan Gambar : Dinkes Kalsel Dorong Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan, Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Layanan Kesehatan Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemeliharaan alat kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Lainnya :
- Disparpora Promosikan Destinasi Wisata Kotabaru di Expo Saijaan 20260
- Rudi Nugraha: Prioritas Kami Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Bumi Saijaan0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan bahwa alat kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Ketersediaan alat kesehatan yang memadai sangat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas kepada masyarakat.
Menurut Diauddin, keberadaan alat kesehatan harus diimbangi dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang baik agar alat selalu siap digunakan, berfungsi optimal, memiliki usia pakai yang lebih panjang, serta mampu menjamin keselamatan pasien maupun petugas kesehatan.
“Memiliki alat kesehatan yang lengkap saja tidak cukup. Alat tersebut harus dipelihara secara baik dan berkelanjutan agar tetap berfungsi optimal dan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya di Banjamasin, Selasa (9/6/2026)
Diauddin mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pemeliharaan alat kesehatan, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis, belum optimalnya pelaksanaan pemeliharaan preventif, serta pencatatan dan dokumentasi pemeliharaan maupun kalibrasi yang masih perlu ditingkatkan.
“Apabila kondisi ini tidak ditangani secara serius, maka dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien,” katanya.
Melalui pertemuan ini, Diauddin berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, monitoring, hingga evaluasi pemeliharaan alat kesehatan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan pentingnya komitmen bersama dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan hasil pertemuan dalam pengelolaan alat kesehatan di masing-masing instansi.
“Dengan pemeliharaan alat kesehatan yang baik dan berkelanjutan, fungsi alat dapat tetap optimal, biaya perbaikan dapat ditekan, dan yang paling penting adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus meningkat kualitasnya,” pungkas Diauddin.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)









