- Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Usai Upacara HUT RI ke 81, Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Kompak Kunjungi RSUD PJS
- HUT RI ke-81, Bupati Dan Wakil Bupati Kotabaru Teguhkan Semangat Menuju Kotabaru Hebat
- LPTQ Kotabaru Bina Talenta Qari dan Qariah, Targetkan Tiga Besar MTQ Kalsel
- Pemkab Kotabaru Gelar TAPTU dan Pawai Obor Meriahkan HUT RI ke-81
- HUT RI ke-81, Polresta Samarinda Bagikan 500 Bendera Merah Putih
- Kamaruddin Anggota DPRD Samarinda Angkat Bicara Soal Jalan Rusak di Pemukiman
- Jajaran Pemkab Kotabaru Ikuti Pidato Presiden Dalam Rangka HUT ke- 81 di Rapat Paripurna DPRD
- Kolaboasi Dinas PUPR Kotabaru Bersama KODIM 1004 Hasilkan Infrastrktur Jalan dan Jembatan
- Bapperida Kotabaru Siap Fasilitasi Promosi dan Kampanye Inovasi SKPD
Setelah Tiga Hari Pencarian, Nelayan Kotabaru Yang Diduga Tenggelam, Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban tenggelam oleh tim gabungan, Rabu dini hari (30/4/2025).
Borneopos.com, Kotabaru – Seorang nelayan berinisial K (69) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya pada hari Minggu (27/4/2025) dilaporkan hilang di perairan Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Indocement Peduli Kanker, Gratiskan Pemeriksaan 55 Wanita Usia Subur Dengan Metode IVA0
- Diskominfo Kotabaru Lakukan Verifikasi dan Validasi e-Walidata Kepada SKPD0
Jenazah K, warga Jalan H Kanda RT.009 RW.004, Desa Tanjung Seloka ditemukan mengapung di perairan Desa Labuan Mas, sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 02.00 WITA oleh warga sekitar sebelum dievakuasi oleh tim gabungan.
Menurut infornasi yang diterima media ini, penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan Aladin (30), warga Tanjung Seloka Utara, kepada Abdur Rasyid (52), Ketua RT setempat, melalui pesan WhatsApp. Aladin mendapatkan kabar dari Canci (40), seorang nelayan di Desa Labuan Mas, yang melihat jenazah korban mengapung di dekat bagang miliknya.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud Polres Kotabaru, Basarnas, dan BPBD segera melakukan evakuasi melalui jalur laut.
Proses evakuasi dimulai pukul 02.00 WITA, dan jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka sekitar pukul 05.00 WITA.
Atas penemuan jenazah tesebut, keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah dan memilih untuk tidak melakukan visum atas meninggalnya K dan menerima kejadian ini dengan ikhlas.
Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung melalui Kapolsek Pulau Laut Selatan, IPTU Ramli Aziz, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah standar, termasuk penerimaan laporan, pemeriksaan TKP, evakuasi, dan koordinasi dengan keluarga.
"Kami mengimbau bagi warga pesisir untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut dan segera melaporkan kepada petugas jika kejadian serupa untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi," ucapnya.
Didapat informasi bahwa tim gabungan yang melakukan pencarian korban selama 3 hari ini terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud, Basarnas, BPBD Kotabaru dan warga sekitar. (red)
(sumber: Humas Polres Kotabaru)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita Kotabaru










