- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Setelah Tiga Hari Pencarian, Nelayan Kotabaru Yang Diduga Tenggelam, Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban tenggelam oleh tim gabungan, Rabu dini hari (30/4/2025).
Borneopos.com, Kotabaru – Seorang nelayan berinisial K (69) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya pada hari Minggu (27/4/2025) dilaporkan hilang di perairan Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Indocement Peduli Kanker, Gratiskan Pemeriksaan 55 Wanita Usia Subur Dengan Metode IVA0
- Diskominfo Kotabaru Lakukan Verifikasi dan Validasi e-Walidata Kepada SKPD0
Jenazah K, warga Jalan H Kanda RT.009 RW.004, Desa Tanjung Seloka ditemukan mengapung di perairan Desa Labuan Mas, sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 02.00 WITA oleh warga sekitar sebelum dievakuasi oleh tim gabungan.
Menurut infornasi yang diterima media ini, penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan Aladin (30), warga Tanjung Seloka Utara, kepada Abdur Rasyid (52), Ketua RT setempat, melalui pesan WhatsApp. Aladin mendapatkan kabar dari Canci (40), seorang nelayan di Desa Labuan Mas, yang melihat jenazah korban mengapung di dekat bagang miliknya.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud Polres Kotabaru, Basarnas, dan BPBD segera melakukan evakuasi melalui jalur laut.
Proses evakuasi dimulai pukul 02.00 WITA, dan jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka sekitar pukul 05.00 WITA.
Atas penemuan jenazah tesebut, keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah dan memilih untuk tidak melakukan visum atas meninggalnya K dan menerima kejadian ini dengan ikhlas.
Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung melalui Kapolsek Pulau Laut Selatan, IPTU Ramli Aziz, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah standar, termasuk penerimaan laporan, pemeriksaan TKP, evakuasi, dan koordinasi dengan keluarga.
"Kami mengimbau bagi warga pesisir untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut dan segera melaporkan kepada petugas jika kejadian serupa untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi," ucapnya.
Didapat informasi bahwa tim gabungan yang melakukan pencarian korban selama 3 hari ini terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud, Basarnas, BPBD Kotabaru dan warga sekitar. (red)
(sumber: Humas Polres Kotabaru)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













