- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Setelah Tiga Hari Pencarian, Nelayan Kotabaru Yang Diduga Tenggelam, Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban tenggelam oleh tim gabungan, Rabu dini hari (30/4/2025).
Borneopos.com, Kotabaru – Seorang nelayan berinisial K (69) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya pada hari Minggu (27/4/2025) dilaporkan hilang di perairan Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Indocement Peduli Kanker, Gratiskan Pemeriksaan 55 Wanita Usia Subur Dengan Metode IVA0
- Diskominfo Kotabaru Lakukan Verifikasi dan Validasi e-Walidata Kepada SKPD0
Jenazah K, warga Jalan H Kanda RT.009 RW.004, Desa Tanjung Seloka ditemukan mengapung di perairan Desa Labuan Mas, sekitar 10 mil dari lokasi kejadian, pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 02.00 WITA oleh warga sekitar sebelum dievakuasi oleh tim gabungan.
Menurut infornasi yang diterima media ini, penemuan korban berawal dari informasi yang disampaikan Aladin (30), warga Tanjung Seloka Utara, kepada Abdur Rasyid (52), Ketua RT setempat, melalui pesan WhatsApp. Aladin mendapatkan kabar dari Canci (40), seorang nelayan di Desa Labuan Mas, yang melihat jenazah korban mengapung di dekat bagang miliknya.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud Polres Kotabaru, Basarnas, dan BPBD segera melakukan evakuasi melalui jalur laut.
Proses evakuasi dimulai pukul 02.00 WITA, dan jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka sekitar pukul 05.00 WITA.
Atas penemuan jenazah tesebut, keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah dan memilih untuk tidak melakukan visum atas meninggalnya K dan menerima kejadian ini dengan ikhlas.
Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung melalui Kapolsek Pulau Laut Selatan, IPTU Ramli Aziz, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah standar, termasuk penerimaan laporan, pemeriksaan TKP, evakuasi, dan koordinasi dengan keluarga.
"Kami mengimbau bagi warga pesisir untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut dan segera melaporkan kepada petugas jika kejadian serupa untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi," ucapnya.
Didapat informasi bahwa tim gabungan yang melakukan pencarian korban selama 3 hari ini terdiri dari Polsek Pulau Laut Selatan, Sat Polairud, Basarnas, BPBD Kotabaru dan warga sekitar. (red)
(sumber: Humas Polres Kotabaru)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














