- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
Polda Kalsel Musnahkan 65,5 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Keterangan Gambar : Pemusnahan narkoba, Rabu (15/01/24).
Banjarbaru, Borneo Pos -- Polda Kalimantan Selatan menggelar Pemusnahan barang bukti narkoba di Lobby Polda Kalsel di Banjarbaru, Rabu (15/01/2025).
Sekitar 65,5211,15 gram sabu, 12,174 butir ekstasi, serta 576, 99 gram barang bukti yang akan di musnahkan.
Baca Lainnya :
- Alumni Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Polda Kalsel Gelar Lari Bahagia dan Baksos Ketahanan Pangan 0
- Sambang Nusa Presisi, Polda Kalsel Gelar Baksos Dan Tebar Bibit Ikan0
Acara dihadiri oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen pol Golkar Pangarso Rahardjo, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Nurullah, dan Kepala BNN Kalsel Brigjen Pol. Wisnu Andyana, serta elemen terkait.
Dalam acara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan S.I.K., M.H., mengungkapkan hingga saat ini bandar terbesar Ferdy Pratama hingga saat ini belum bisa di tangkap. Dan pihak kepolisian akan terus memberantas peredaran sabu.
"Untuk bandar terbesar, hingga saat ini masih menjadi buronan oleh Polda Kalsel, dan Polda-Polda lain nya. Narkoba sendiri menawarkan keuntungan yang menakjubkan bagi bandar bandar,"ungkap Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Selanjutnya, dirinya menyebutkan Kalimantan Selatan hingga saat ini masih masih diminati bandar untuk peredaran narkoba.
"Setelah kita lihat dari penangkapan penangkapan yang ada Kalsel sendiri, merupakan pasar yang cukup menggiurkan untuk peredaran narkoba," jelasnya.
Dengan demikian Polda akan memperketat di wilayah masuk ke Indonesia khususnya Kalimantan Selatan dari peredaran narkoba.
Selanjutnya, menanggapi maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Selatan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andyana, mengatakan BNN masih membuka rehabilitasi untuk pengguna narkoba yang ingin menghilangkan ketergantungan kepada semua jenis narkoba.
" Untuk korban ketergantungan dari narkoba, silahkan rehabilitasi ke BNN, dan jangan takut untuk korban tidak akan di jatuhi pidana, kecuali pemakai tersebut juga merangkap ikut memasarkan narkoba," pungkasnya. (ril/red)

Baca Lainnya :
- AKBP Doli M Tanjung Resmi Jabat Kapolres Kotabaru, Gantikan AKBP Tri Suhartanto0
- Kapolda dan Ketua Bhayangkari Kalsel Raih Penghargaan Kak Seto Award 20240
Berita Hukum & Kriminal














