- Filipina Darurat Energi, Menteri ESDM: Stok Energi Kita Aman di Tengah Krisis Global
- [HOAKS] Presiden Prabowo Minta Maaf terkait Ikut Board of Peace dan akan Kembalikan Rp17 Triliun
- Kemlu: Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
- 177 ASN Banjarbaru Naik Pangkat, Kinerja Jadi Penentu
- Pemprov Kalsel Sampaikan RLPPD 2025, Indikator Kinerja Pemerintahan Semakin Meningkat
- Tentunda 7 Tahun, Pemprov Kalsel Usulkan Ulang Rencana Pembangunan Rusun ASN
- Seleksi JPT Pratama Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Gelar Seleksi Terbuka dan Transparan
- Mendagri Pastikan WFH Tak Ganggu Layanan Esensial
- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
Pemkab Samosir Gelar Konsultasi Publik II Penyusunan Kajian Lingkungan RPJMD 2025-2029

Keterangan Gambar : Konsultasi Publik II, Kajian Lingkungan RPJMD Kab. Samosir 2025-2029, Senin (4/11/24)
SAMOSIR, BORNEOPOS.COM - Dalam rangkan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Samosir Tahun 2025-2029, Pemkab Samosir melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Konsultasi Publik II di Hotel Sitiotio, Aek Rangat, Kecamatan Pangururan, Senin (4/11/24).
Baca Lainnya :
- Tanamkan Nilai Anti Korupsi, Inspektorat Kotabaru Gelar Sosialisasi 0
- Curi Sepeda Motor, AN Ditangkap Tim Polsek Sungai Pinang 0
Konsultasi Publik II digelar dengan agenda Perumusan dan Penetapan Skenario Pembangunan Berkelanjutan dilakukan dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, lembaga perbankan, organisasi kemasyarakatan untuk memberi masukan dan berkontribusi dalam penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Samosir 2025 - 2029.
Kadis Lingkungan Hidup Edison Pasaribu menyampaikan kegiatan ini merupakan tahapan ke-5 dari 7 tahapan proses penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Samosir tahun 2025-2045. Setelah ini, akan dilanjutkan rapat koordinasi penjaminan kualitas, pendokumentasian dan Finalisasi KLHS RPJPD dan validasi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Edison melaporkan bahwa Tim KLHS melalui Pokja telah melakukan penelaahan pembangunan berkelanjutan berdasarkan 4 (empat) isu utama yakni kemampuan sumber daya alam, tingkat konsumsi sumber daya alam oleh manusia, analisis pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan SDGS, dan kemampuan daerah menyelesaikan isu sumber daya alam.
"Selain itu, Pokja juga telah melakukan pengumpulan permasalahan pembangunan dengan menyusun daftar isu paling strategis untuk direkomendasikan. Diantaranya, belum optimalnya kesejahteraan masyarakat, pengelolaan SDA dan lingkungan hidup, tenaga kerja dan struktur perekonomian yang masih konvensional serta pembangunan sarana dan prasarana belum merata", kata Edison.

Sekretaris Daerah yang diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang, ST, MM dalam sambutannya menyampaikan, berbicara tentang target dan rencana pembangunan, Kabupaten Samosir telah menyusun RPJMD secara teknokratik yang menjadi pedoman pembangunan lima tahun kedepan. Dalam penyusunan dokumen diharapkan harus terintegrasi antar seluruh dokumen.
Dikatakan, dalam konsultasi publik terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD, maka tujuan pembangunan yang berkelanjutan yang menjadi target, harus betul betul dipahami dan disesuaikan dengan kondisi, posisi dan kemampuan bagaimana mewujudkan target-target tersebut.
"Kita sudah menyusun RPJPD tahap II yang saat ini sudah tahap Propemperda dengan lembaga DPRD. Disana sudah ada data-data makro ekonomi dan target-target tujuan pembangunan yang harus kita capai. Harapannya biar jangan ada miss antar dokumen, maka harus selaras antara target jangka panjang, yang dipertajam dalam target jangka menengah", jelas Hotraja.
Untuk menyusun informasi KLHS yang lebih detail, Hotraja meminta peserta konsultasi publik untuk lebih aktif dan lebih banyak memberi saran dan masukan, karena dokumen ini merupakan perencanaan masa depan Kabupaten Samosir.
Kegiatan Konsultasi Publik II diikuti oleh pimpinan OPD, para Camat, pimpinan Instansi Vertikal, lembaga Perbankan, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Narasumber yang dihadirkan diantaranya Dr. Dimpos Manalu, M.Si (Dosen Universitas HKBP Nommensen) dan Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP (Dosen USU) yang hadir secara virtual. (ril/jenri)

Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita SAMOSIR














