- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
- Tandatangani PKS, Pemkab Kotabaru Optimis Pelayanan Administrasi Kependudukan Semakin Meningkat
- Gubernur Muhidin Turun Langsung Padamkan Titik Api di Kawasan Rumah Sakit Sambang Lihum
- Pemprov Kalsel Perkuat Pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark
- Pemprov Kalsel Terus Jaga Kestabilan Harga, Pantau Distrubusi Pangan di Daerah
- Ayo Bersantai Sambil Nikmati Live Musik di Bukit Mamake
Pedagang Makanan di Kotabaru Keluhkan Harga Cabai Meroket, Capai 110 Ribu Per Kilogram

Keterangan Gambar : Suasana pasar kemakmuran Kotabaru, Rabu (9/7/2025).
Borneopos.com, Kotabaru - Barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Kemakmuran, Kabupaten Kotabaru, mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi hampir merata pada berbagai komoditas penting seperti cabai, bawang merah, bawang putih, beras, gula, minyak goreng, dan sejumlah bahan pokok lainnya. Kondisi tersebut mulai memicu keluhan dari para pembeli maupun pedagang karena langsung berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Baca Lainnya :
- Camat Sigam Promosikan Wisata Kotabaru ke Linmas Balangan Saat Studi Tiru di Desa Gedambaan0
- Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Kabupaten Sehat 2025, Perkuat Sinergi Menuju Daerah Sehat dan Mandiri0
Pada Rabu (09/07/2025), salah satu pedagang sayuran di Pasar Kemakmuran, Ibu Risma, mengungkapkan bahwa harga bawang dan cabai naik drastis dibanding harga normal.
"Bawang merah biasanya hanya sekitar Rp30.000 saja, sekarang sudah Rp55.000. Dan, untuk harga cabai sudah Rp110.000 dari harga normalnya Rp60.000," jelasnya. Kenaikan yang mencapai lebih dari 80 persen ini sangat mempengaruhi minat konsumen.
Senada dengan itu, Mukhtar, seorang pedagang sembako, juga menyampaikan keresahannya terhadap kenaikan harga yang terjadi.
"Kalau beras dari Sulawesi, naik Rp20.000 untuk sekarung. Untungnya, untuk beras Banjar masih stabil, hanya naik sedikit. Kalau harga minyak sudah lama naik," ujarnya.
Tidak hanya pedagang, keluhan juga datang dari kalangan konsumen. Tijah, seorang pedagang kaki lima yang rutin belanja di pasar, mengatakan bahwa ia tak bisa menaikkan harga makanan yang dijualnya karena mempertimbangkan kenyamanan pelanggan.
"Untuk menjual makanan, harga tidak bisa naik karena untuk kenyamanan pelanggan, tapi kualitas makanan berkurang dari segi cita rasanya karena porsi bahannya lebih dihemat," katanya.

Pedagang maupun pembeli di Pasar Kemakmuran sama-sama berharap harga kebutuhan pokok dapat segera kembali stabil. Kenaikan harga yang terjadi saat ini dirasa cukup memberatkan, terlebih bertepatan dengan tahun ajaran baru yang membuat pengeluaran rumah tangga meningkat. Biaya untuk keperluan sekolah anak, seperti seragam dan perlengkapan lainnya, menjadi beban tambahan di tengah harga bahan pokok yang terus melonjak. Kondisi ini juga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat di pasar. (Ali)

Baca Lainnya :
- Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian0
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750














