- Dispora Kalsel Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan
- Perkuat Sektor Perkebunan dan Peternakan Daerah, Disbunnak Kalsel Dukung Program KDMP
- Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama
- Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Aplikasi E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA dan SMK
- Dispora Kalsel Tingkatkan Profesionalisme Wasit dan Juri Tiga Cabor Melalui Pelatihan Bersertifikat
- Gubernur H. Muhidin Sampaikan Rancangan KUPA dan PPAS di Rapat Paripurna DPRD Kalsel
- HUT ke-76, IGTKI-PGRI Kotabaru Kukuhkan Pengurus Baru
- 16 Tim Pelajar Putri Rebut juara diPERWOSI CUP I 2026
- Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun dan Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan BSI
Operator Excavator Dinas PUPR Kotabaru Tenggelam Di Sungai Jupi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Keterangan Gambar : Operasi pencarian korban tenggelam, Operator Excavator milik Dinas PUPR Kotabaru, Kamis (22/5/2025) di Sungai Jupi, Desa Stagen Kotabaru.
Borneopos.com, Kotabaru - Operasi perncarian operator excavator karyawan Dinas PUPR yang hanyut dan tenggelam di Sungai Jupi, Desa Stagen Kotabaru, pada Rabu , 21 Mei 2025, sekira jam 20.00 wita masih di lakukan oleh gabungan hingga Kamis (22/5/2025) pagi.
Baca Lainnya :
- Hujan Deras Guyur Kotabaru, Hanyut dan Tenggelamkan Satu Unit Excavator Beserta Operatornya0
- Wujud Kepedulian, Pemkab Kotabaru Serahkan Bantuan Korban Kebakaran 0
Koordinator Basarnas Kotabaru, Adi Maulana menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan sejaka tadi malam, Kamis, 21 Mei 2025 sekitar jam 20.00 wita, usai tim Basarnas menerima informasi adanya korban tenggelam/hanyut terbawa air sungai. Pencarian dilakukan tim gabungan sampai jam 24.00 wita.
"Hari ini, kami kembali melakukan operasi pencarian korban mulai jam 07.00 wita, terdiri dari unsur, Basarnas, BPBD, Polsek, Damkar, Satpol Air, TNI-AL, relawan dan masyarakat sekitar," ucapnya.

Lebih jauh Adi mengatakan operasi pencarian korban menggunakan 2 perahu karet milik Basarnas dan BPBD, serta perahu dari masyarakat.
"Pencarian dibagi dibeberapa titik, mulai dari titik awal hingga menyusur sungai sejauh 2 Kilometer ke arah hilir (muara). Dan di Hilir masyarakat memasang jaring, untuk mengantisipasi apabila korban hanyut sampai jauh menuju ke laut," ungkapnya.
Mengkahiri penjelasannya, Adi menyampaikan bahwa sesuai SOP dari Basarnas bahwa pencarian korban dilakukan sampai 7 hari kedepan, dan setelah itu akan di lakukan evaluasi.
Didapat informasi dari warga sekitar lokasi kejadian, korban bernama Suparno (57 tahun), warga RT.03, Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara, Karyawan Dinas PUPR Kotabaru.
Salah satu warga yang tak mau namanya disebut mengatakan kepada Borneo Pos, bahwa diduga korban tenggelam/hanyut bersama excavator saat arus deras.
"Sebenarnya korban sudah pulang ke rumah pada sore hari, dan excavator diparkir dipinggir sungai, namun karena hujan lebat air sungai mulai naik, excavator pun bergeser, kemudian atas informasi dari salah satu warga korban ke TKP untuk memperbaiki posisi excavator agar tidak hanyut terbawa arus air, namun excavator diduga terbalik masun ke dalam sungai bersama dengan korban," tutupnya. (red)

Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Matangkan Persiapan Sambut HUT Ke-750
- Jenazah Korban Serangan Buaya Ditemukan di Sungai Durian Kotabaru0
Berita Kotabaru














