Meski Pasar Semen Nasional Lesu, Indocement Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun di 2025

Reported By Ronal 10 Apr 2026, 08:40:10 WIB Kotabaru
Meski Pasar Semen Nasional Lesu, Indocement Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun di 2025

Keterangan Gambar : ?PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. melaporkan kinerja keuangan yang tangguh sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,24 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kondisi pasar semen domestik sedang mengalami kontraksi. Pasar semen domestik secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar -2,2% pada tahun 2025.




Kotabaru, Borneopos.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. melaporkan kinerja keuangan yang tangguh sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,24 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kondisi pasar semen domestik sedang mengalami kontraksi. Pasar semen domestik secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar -2,2% pada tahun 2025. Penurunan ini terutama dipicu oleh anjloknya permintaan semen curah sebesar -8,3% akibat pengurangan anggaran Pemerintah untuk proyek infrastruktur. Sebaliknya, pasar semen kantong masih menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar +0,5%. Volume penjualan domestik Indocement sendiri tercatat turun sebesar -4,2%. Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga pangsa pasar domestik di level 29,1% dengan total volume penjualan (semen dan klinker) mencapai 19,9 juta ton. Pertumbuhan ekspor yang melonjak tajam sebesar +73,9% menjadi penyeimbang di tengah lesunya pasar dalam negeri.

Baca Lainnya :


Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indocement dalam memperkuat infrastruktur dan jaringan distribusinya: • Akuisisi Terminal: Perusahaan memperluas jangkauan dengan mengakuisisi dua terminal semen milik Semen Bosowa di Siawung (Sulawesi Selatan) dan Lombok


 • Joint Venture: Anak usaha Perseroan, PT Pionirbeton Industri, membentuk usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama untuk memperkuat bisnis produk mortar.

• Keberlanjutan Energi: Pemakaian bahan bakar alternatif meningkat dari 21,4% menjadi 29,0%. Hal ini selaras dengan penurunan emisi CO² Scope 1 menjadi 512 kg CO²/ton ekuivalen semen. Pendapatan neto Perseroan tercatat sebesar Rp17,7 triliun, turun 4,4% dibandingkan tahun 2024. Namun, berkat efisiensi pada beban pokok pendapatan dan adanya keuntungan dari divestasi pembentukan usaha patungan sebesar Rp670 miliar, margin laba usaha berhasil naik menjadi 15,3%.


Per 31 Desember 2025, Indocement menjaga posisi keuangan yang sangat kuat dengan saldo kas dan setara kas mencapai Rp5,9 triliun. Manajemen Indocement memperkirakan bahwa hambatan musiman seperti curah hujan tinggi dan libur Idulfitri hanya akan berdampak pada kuartal pertama 2026. Memasuki kuartal kedua, perusahaan optimis volume permintaan akan meningkat seiring dengan musim kering dan kenaikan belanja konstruksi.

“Ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi biaya energi tetap menjadi risiko. Oleh karena itu, disiplin pengendalian biaya dan penggunaan bahan bakar alternatif tetap menjadi kunci utama kami,” terang manajemen dalam siaran Persnya.(red/ril)



Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment