- Kemdiktisaintek Buka Penerimaan Siswa SMA Unggul Garuda 2026, 640 Siswa Dapat Beasiswa Penuh
- Mendikdasmen: MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan, Program Prioritas Terus Diperluas
- Dorong Geliat Ekonomi, Pemkab Kotabaru Gelar Ramadhan UMKM Saijaan Fest 2026
- Opini | Fenomena Gerakan, Stop Bayar Pajak!
- Pembangunan Jembatan Kotabaru–Tanah Bumbu Terus Digenjot, 2026 Pemprov Kalsel Kucurkan 750 Miliar
- Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah
- Apel Kesadaran Nasional, Sekda Kotabaru: Tetap Semangat Kerja Saat Puasa
- Jelang Ramadhan 2026, Pemko Banjarbaru Hadirkan Sembako Murah
- Wagub Kalsel Apresiasi Konsolidasi IKA UNAIR Kalsel, Dorong Peran Strategis Alumni bagi Pembangunan
- Kasus Pembatalan Sertipikat Tanah Transmigrasi di Kotabaru, Menteri Nusron Akan Kembalikan Hak Masya
Mendikdasmen: MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan, Program Prioritas Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan seluruh program prioritas pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperluas pada 2026. (Foto: Dok Kemendikdasmen)
Jakarta, Borneopos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan seluruh program prioritas pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperluas pada 2026.
Baca Lainnya :
Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG di Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/2/2026).
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden di bidang pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen memaparkan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Realisasi fisik pembangunan telah mencapai 93 persen.
“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegasnya.
Pada 2026, anggaran revitalisasi yang telah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun akan dialokasikan untuk 11.474 satuan pendidikan. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto berencana menambah dukungan revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan. Jika seluruhnya masuk dalam APBN, total revitalisasi tahun ini diproyeksikan menyasar lebih dari 71 ribu satuan pendidikan.
Kebijakan ini, menurut Mendikdasmen, menjadi jawaban atas kebutuhan percepatan perbaikan sarana belajar, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Selain infrastruktur, pemerintah memastikan anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) tidak dikurangi. Bantuan bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tetap berjalan sesuai alokasi.
Bahkan, mulai 2026 pemerintah menambah PIP bagi peserta didik TK sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid di seluruh Indonesia.
“Program digitalisasi pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua berjalan beriringan,” ujar Mendikdasmen.
Langkah tersebut menegaskan bahwa MBG bukan substitusi anggaran pendidikan, melainkan program komplementer dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan pemutakhiran data per 18 Februari 2026, MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Kalau kita lihat sekarang, murid penerima manfaatnya lebih dari 43 juta. Ini menunjukkan pengaruh yang sangat positif dan nyata,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menekankan, MBG merupakan bagian dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang mendorong budaya hidup sehat, gemar belajar, beribadah, dan berkarakter.
“Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter,” tegasnya.
Sebagai dukungan ekosistem, sepanjang 2025 Kemendikdasmen membangun dan merehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan, serta 6.686 ruang UKS di jumlah satuan pendidikan yang sama. Penguatan sarana sanitasi dan kesehatan sekolah dinilai menjadi fondasi penting keberhasilan MBG.
Dengan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah, pemerintah memastikan MBG memperkuat kualitas kesehatan, konsentrasi belajar, serta karakter peserta didik, tanpa mengurangi komitmen negara terhadap pendanaan pendidikan nasional. (red/IP)
Baca Lainnya :
Berita NASIONAL











