- Suwanti beberkan 5 Rekomendasi RDP Soal Masuknya Kapal Cantrang Dari Jawa ke Perairan Kotabaru
- PKS Kotabaru Luncurkan Rumah Advokasi Hukum Gratis
- Ayo Warga Saijaan! Berburu Kuliner Sekaligus Berwisata di CFD
- Opini | Kebijakan Sumbu Pendek, Soal Raperda No. 6 Tahun 2021
- Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar
- Pansus I DPRD Kotabaru Setujui Raperda Pemberian Purna Bhakti Bagi Kepala Desa
- Warga Sungai Rangas Tengah Antusias Pilah Sampah, Terkumpul 431,85 Kilogram untuk Ditukar Sembako
- Komisi IV DPR RI Minta Kalsel Siapkan Langkah Mitigasi Antisipasi El Nino
- Optimalkan Penyerapan Panen Petani, Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog
- Gubernur Kalsel Resmi Buka Workshop dan Pameran Seni Rupa *Merajut Asa, Harmoni Warna*
Mendikdasmen: MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan, Program Prioritas Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan seluruh program prioritas pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperluas pada 2026. (Foto: Dok Kemendikdasmen)
Jakarta, Borneopos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan seluruh program prioritas pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperluas pada 2026.
Baca Lainnya :
Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG di Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/2/2026).
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden di bidang pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen memaparkan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Realisasi fisik pembangunan telah mencapai 93 persen.
“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegasnya.
Pada 2026, anggaran revitalisasi yang telah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun akan dialokasikan untuk 11.474 satuan pendidikan. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto berencana menambah dukungan revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan. Jika seluruhnya masuk dalam APBN, total revitalisasi tahun ini diproyeksikan menyasar lebih dari 71 ribu satuan pendidikan.
Kebijakan ini, menurut Mendikdasmen, menjadi jawaban atas kebutuhan percepatan perbaikan sarana belajar, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Selain infrastruktur, pemerintah memastikan anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) tidak dikurangi. Bantuan bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tetap berjalan sesuai alokasi.
Bahkan, mulai 2026 pemerintah menambah PIP bagi peserta didik TK sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid di seluruh Indonesia.
“Program digitalisasi pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua berjalan beriringan,” ujar Mendikdasmen.
Langkah tersebut menegaskan bahwa MBG bukan substitusi anggaran pendidikan, melainkan program komplementer dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan pemutakhiran data per 18 Februari 2026, MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Kalau kita lihat sekarang, murid penerima manfaatnya lebih dari 43 juta. Ini menunjukkan pengaruh yang sangat positif dan nyata,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menekankan, MBG merupakan bagian dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang mendorong budaya hidup sehat, gemar belajar, beribadah, dan berkarakter.
“Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter,” tegasnya.
Sebagai dukungan ekosistem, sepanjang 2025 Kemendikdasmen membangun dan merehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan, serta 6.686 ruang UKS di jumlah satuan pendidikan yang sama. Penguatan sarana sanitasi dan kesehatan sekolah dinilai menjadi fondasi penting keberhasilan MBG.
Dengan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah, pemerintah memastikan MBG memperkuat kualitas kesehatan, konsentrasi belajar, serta karakter peserta didik, tanpa mengurangi komitmen negara terhadap pendanaan pendidikan nasional. (red/IP)
Baca Lainnya :

.jpg)
1.jpg)











