Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar

Reported By Pimred Borneo Pos 05 Jul 2026, 11:32:16 WIB Kotabaru
Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar

Keterangan Gambar : Pertunjukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kotabaru.




Kotabaru, Borneopos.com - Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kotabaru melalui Bidang Sastra membuka pendaftaran Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar bagi pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa di Kabupaten Kotabaru. Kegiatan yang didukung Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru.


Baca Lainnya :

Ketua Umum DKD Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi Faz, S.H., M.Hum., mengatakan persiapan pelaksanaan lomba secara teknis telah rampung. Panitia saat ini masih membuka pendaftaran dan sosialisasi kepada sekolah maupun perguruan tinggi.


Pendaftaran dibuka hingga 15 Juli 2026. Peserta diwajibkan mengunggah video musikalisasi puisi yang memuat satu puisi wajib dan satu puisi pilihan melalui mekanisme yang telah ditentukan panitia.


"Persiapan yang sudah dilaksanakan panitia secara teknis sudah siap. Sudah kita informasikan ke masyarakat, ke sekolah-sekolah, dan perguruan tinggi terkait dengan pelaksanaan lomba ini," katanya, Kamis (02/07/2026)


Ia menjelaskan, lomba dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa seleksi video yang diunggah peserta. Selanjutnya, lima tim terbaik hasil penilaian dewan juri akan tampil secara langsung pada babak final.


Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga diharapkan mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya Banjar kepada generasi muda melalui karya sastra. Tema yang diangkat dalam lomba berkaitan dengan kehidupan anak muda dan pandangan budaya Banjar terhadap berbagai persoalan kehidupan.


"Setidaknya ada dua pertimbangan. Yang pertama, pesertanya pelajar dan mahasiswa yang notabene adalah orang muda. Yang kedua, menggunakan bahasa Banjar yang membawa budaya Banjar. Kita ingin melihat seperti apa sebenarnya orang Banjar itu menyikapi persoalan anak muda," ujarnya.


Fitriadi menambahkan, memiliki tiga nilai yang sangat lekat dalam kehidupan, yakni rezeki, jodoh, dan maut. Ketiga hal tersebut menjadi landasan dalam pemilihan tema lomba tahun ini.


Pada lomba kali ini, peserta akan membawakan satu puisi wajib berjudul Singgang karya Hazidhan dan satu puisi pilihan. Adapun puisi pilihan yang disediakan panitia meliputi Kayuh Baimbai karya Y.S. Agus Suseno, Kapalan Kartas karya Hazidhan, Cinta Bapasak di Tulang karya Suhardiansyah, Hujan Tangah Hari karya H. Ahmad Fitriadi Faz, dan Mama karya Gonzales.


Fitriadi menjelaskan pemilihan Singgang sebagai puisi wajib didasarkan pada karakter karya Hazidhan yang dinilai memiliki kekuatan sastra sekaligus musikalitas yang sesuai untuk dimusikalisasikan.


"Kami melihat Singgang memenuhi karakteristik yang tadi kita angkat. Kemudian kalau ini dimusikalisasikan, dinyanyikan, sepertinya masuk untuk dimusikalisasikan dari irama maupun pilihan kata yang ada di dalam puisi itu," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Event dan Pertunjukan Disparpora Kabupaten Kotabaru, Rudi Nugraha, S.Sos., M.A.P., mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan seni pertunjukan dan ekonomi kreatif di daerah.


"Lomba tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan Dewan Kesenian Kabupaten Kotabaru yang memang menjadi mitra Disparpora Kabupaten Kotabaru, khususnya Bidang Event, Pertunjukan Pariwisata, dan Ekraf. Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai pengembangan dari seni pertunjukan," ujarnya, Sabtu (04/07/2026)


Menurut Rudi, musikalisasi puisi tidak hanya berkaitan dengan seni pertunjukan, tetapi juga menyentuh dua subsektor ekonomi kreatif sekaligus, yaitu seni musik dan penulisan.


"Dari aspek ekonomi kreatif, subsektor seni musik juga harus mendapatkan pembinaan serius agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusianya sehingga mampu bersaing melalui karya-karya yang dihasilkan. Sementara itu, puisi merupakan bagian dari subsektor penulisan dan penerbitan, sehingga minat membaca dan menulis puisi dapat terus berkembang," katanya.


Ia berharap karya-karya puisi yang lahir dari proses kreatif generasi muda tidak berhenti sebagai karya pertunjukan semata, tetapi juga dapat diterbitkan menjadi buku yang memiliki nilai ekonomi.


"Puisi dapat menjadi sebuah buku sebagai manifestasi hasil karya. Karya-karya puisi juga perlu didorong untuk dicetak menjadi buku sehingga memiliki nilai ekonomi bagi para pelakunya," ujar Rudi. (red/ali)




Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment