Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh

Reported By Pimred Borneo Pos 04 Jul 2026, 12:12:34 WIB Kotabaru
Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh

Keterangan Gambar : Kantor PLN Kotabaru.




Kotabaru, Borneopos.com - PLN ULP Kotabaru akhirnya buka suara soal pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotabaru. 


Baca Lainnya :

akhirnya mendapat penjelasan dari pihak PT PLN Kotabaru. 


Informasi yang dihimpun median ini, gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, disebut menjadi penyebab berkurangnya pasokan daya pada sistem kelistrikan yang terhubung di seluruh Kalimantan.


Manajer PLN ULP Kotabaru, Muhammad Reza, mengatakan sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan tidak berdiri sendiri di setiap daerah. 


Seluruh pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit yang saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi. Karena itu, ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan, daerah lain yang berada dalam sistem tersebut juga akan merasakan dampaknya, termasuk Kabupaten Kotabaru.


“Penyebabnya sesuai yang sudah kami sampaikan sebelumnya, ada gangguan pada PLTGU di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sistem kelistrikan kita ini sudah saling terhubung di seluruh Kalimantan. Jadi pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit, dan kebetulan salah satunya mengalami gangguan,” ujar Reza, Kamis (2/7/2026).


Akibat gangguan tersebut, lanjut Reza, kemampuan pembangkit dalam memasok listrik menjadi berkurang. Sementara di sisi lain, kebutuhan listrik masyarakat tetap tinggi. Agar sistem kelistrikan tetap stabil, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.


“Misalnya, kebutuhan masyarakat itu 100, sementara dari sisi pembangkit hanya mampu menyediakan 80. Berarti ada kekurangan 20. Nah, supaya daya yang dihasilkan pembangkit seimbang dengan daya yang digunakan masyarakat, akhirnya kami menggunakan mekanisme pemadaman bergilir. Tujuannya agar pelanggan yang terdampak tidak hanya satu wilayah saja, tetapi dilakukan secara bergantian,” jelasnya.


Meski pemadaman masih berlangsung, Reza mengaku pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan kondisi tersebut akan terjadi. 


Ia menjelaskan bahwa PLN ULP Kotabaru hanya bertugas memberikan pelayanan kepada pelanggan, sedangkan penanganan gangguan di sisi pembangkit menjadi tanggung jawab unit PLN yang mengelola pembangkitan listrik.


“Kalau untuk kapan normalnya kami juga belum mendapatkan informasi yang pasti. Kami di sini fokus pada pelayanan. Sementara untuk pembangkit ada unit PLN tersendiri yang menangani. Namun kami tentu terus berkoordinasi dan berharap permasalahan ini bisa segera diatasi sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan,” katanya.


Di tengah kondisi tersebut, PLN mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kanal informasi resmi yang telah disediakan. Melalui saluran WhatsApp PLN Kotabaru Info, pelanggan dapat mengetahui jadwal pemadaman lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengantisipasi aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.


“Kami memiliki saluran WhatsApp ‘PLN Kotabaru Info’. Sebelum dilakukan pemadaman, maksimal dua jam sebelumnya kami akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan begitu pelanggan di wilayah yang terdampak bisa bersiap lebih dahulu sebelum listrik dipadamkan,” tutup Reza. (red/prdh)



Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment