- Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh
- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi Level-1 Pengadaan Barang dan Jasa
- Museum Lambung Mangkurat Gelar Pekan Cinta Museum 2026, Perkuat Edukasi Sejarah dan Budaya
- Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Keamanan Daerah
- Lebih dari 90 Persen Indikator EPSS Terpenuhi, Diskominfo Kalsel Optimistis Raih Nilai Lebih Baik
- Diskominfo Kalsel Optimalkan Anggaran 2027, Fokus Jaga Kualitas Layanan Publik Berbasis Digital
- Pemprov Kalsel Optimalkan Lumbung Pangan untuk Jaga Ketersediaan Beras di Daerah
- Pemprov Kalsel Perkuat Keamanan Pangan, Pelaku Usaha PSAT Didorong Kantongi Sertifikasi
Manager PLN Kotabaru Sebut Pemadaman Listrik Disebabkan Gangguan di PLTGU Muara Teweh

Keterangan Gambar : Kantor PLN Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com - PLN ULP Kotabaru akhirnya buka suara soal pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotabaru.
Baca Lainnya :
- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur0
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-800
akhirnya mendapat penjelasan dari pihak PT PLN Kotabaru.
Informasi yang dihimpun median ini, gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, disebut menjadi penyebab berkurangnya pasokan daya pada sistem kelistrikan yang terhubung di seluruh Kalimantan.
Manajer PLN ULP Kotabaru, Muhammad Reza, mengatakan sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan tidak berdiri sendiri di setiap daerah.
Seluruh pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit yang saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi. Karena itu, ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan, daerah lain yang berada dalam sistem tersebut juga akan merasakan dampaknya, termasuk Kabupaten Kotabaru.
“Penyebabnya sesuai yang sudah kami sampaikan sebelumnya, ada gangguan pada PLTGU di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sistem kelistrikan kita ini sudah saling terhubung di seluruh Kalimantan. Jadi pasokan listrik berasal dari beberapa pembangkit, dan kebetulan salah satunya mengalami gangguan,” ujar Reza, Kamis (2/7/2026).
Akibat gangguan tersebut, lanjut Reza, kemampuan pembangkit dalam memasok listrik menjadi berkurang. Sementara di sisi lain, kebutuhan listrik masyarakat tetap tinggi. Agar sistem kelistrikan tetap stabil, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.
“Misalnya, kebutuhan masyarakat itu 100, sementara dari sisi pembangkit hanya mampu menyediakan 80. Berarti ada kekurangan 20. Nah, supaya daya yang dihasilkan pembangkit seimbang dengan daya yang digunakan masyarakat, akhirnya kami menggunakan mekanisme pemadaman bergilir. Tujuannya agar pelanggan yang terdampak tidak hanya satu wilayah saja, tetapi dilakukan secara bergantian,” jelasnya.
Meski pemadaman masih berlangsung, Reza mengaku pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan kondisi tersebut akan terjadi.
Ia menjelaskan bahwa PLN ULP Kotabaru hanya bertugas memberikan pelayanan kepada pelanggan, sedangkan penanganan gangguan di sisi pembangkit menjadi tanggung jawab unit PLN yang mengelola pembangkitan listrik.
“Kalau untuk kapan normalnya kami juga belum mendapatkan informasi yang pasti. Kami di sini fokus pada pelayanan. Sementara untuk pembangkit ada unit PLN tersendiri yang menangani. Namun kami tentu terus berkoordinasi dan berharap permasalahan ini bisa segera diatasi sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, PLN mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kanal informasi resmi yang telah disediakan. Melalui saluran WhatsApp PLN Kotabaru Info, pelanggan dapat mengetahui jadwal pemadaman lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengantisipasi aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.
“Kami memiliki saluran WhatsApp ‘PLN Kotabaru Info’. Sebelum dilakukan pemadaman, maksimal dua jam sebelumnya kami akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan begitu pelanggan di wilayah yang terdampak bisa bersiap lebih dahulu sebelum listrik dipadamkan,” tutup Reza. (red/prdh)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











