- Gubernur Kalsel H. Muhidin Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah KM Virgo Transport 8
- Genjot Kemajuan Daerah, Bupati Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang
- Gekrafs Binaan Disparpora Siap Promosikan Gula Aren Tirawan Kotabaru di CAEXPO 2026 China
- Pantai Risalo Tanjung Selayar, Tawarkan Keindahan Asri nan Alami
- Kadisparpora Kotabaru Dorong Kaum Muda Saijaan Lahirkan Karya Film
- Penutupan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026; Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
- Gubernur H. Muhidin: Kalsel Perkuat Pilar Indonesia Merawat Kehidupan Beragama
- Sekdaprov Kalsel Pimpin Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ke Jawa Timur
- Momentum Harjad ke 76 Kalsel, Gubernur H. Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan
- Pamor Borneo 2026 Himpun LoI Investasi Senilai Rp64,45 Triliun
Kontras, Jalan Karang Anyar 3 Dihiasi Kubangan di Tengah Kawasan Jalan Mulus

Keterangan Gambar : Kondisi jalan Karang Anyar 3, Kamis (6/11/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com - Kondisi insfrastruktur di lingkungan Karang Anyar Loktabat Utara Banjarbaru menunjukkan ketimpangan yang signifikan, memicu keluhan dari warga setempat. Kontras terlihat jelas di Jalan Karang Anyar 3. Sementara Jalan Karang Anyar 1 dan Karang Anyar 2 tampak mulus tanpa lubang. Berbeda dengan jalan di Karang Anyar 3 justru dipenuhi kerusakan parah yang tak kunjung tersentuh perbaikan.
Baca Lainnya :
- Jaringan Narkoba Antar Provinsi di Ungkap Polda Kalsel, 44,5 Kg Sabu dan 24.928 Ekstasi Diamankan0
- PT. SSC Bantu Perlengkapan Olahraga Siswa SDN 2 Bekambit Kotabaru0
Sepanjang jalan Karang Anyar 3, warga menyoroti sedikitnya tiga titik kerusakan vital. Lubang-lubang jalan tersebut tidak hanya dalam, tetapi juga selalu tergenang air, menciptakan jalur yang menyerupai kubangan dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
Pemandangan tersebut telah menjadi pemandangan sehari-hari tak nyaman dilihat serta menghambat aktivitas ekonomi dan keselamatan warga.
Dampak buruk kondisi jalan ini dirasakan langsung oleh seorang warga, Ibu Suparni, yang telah empat tahun membuka warung Soto Jawa mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sangat mempengaruhi omzet usahanya.
“Kami sempat menambal mandiri dengan pasir, tapi tetap rusak lagi karena banyaknya kendaraan yang lewat. Lubang semakin dalam dan tergenang, apalahi kalau hujan,” keluh Suparni.
Menurut Suparni, jalan di Karang Anyar 3 ini terakhir diaspal sekitar satu tahun yang lalu. Intensitas lalu lintas yang tinggi, ditambah faktor cuaca hujan, membuat kondisi jalan yang becek membuat pelanggan enggan berhenti karena lubang jalan tersebut sangat pas ada di depan warungnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Zaini, yang sudah tiga tahun menjalankan usaha laundry. Ia menyoroti masalah kerusakan yang berbeda, yaitu lalu lintas kendaraan berat.
“Sangat disayangkan mobil-mobil besar lewat disini. Padahal kondisi jalan kami kecil dan sudah rusak, sangat jauh kondisinya dibanding Jalan Karang Anyar 2 yang lebih lebar,” ujar Bapak Zaini.
Lalu lintas mobil-mobil besar di jalan yang sempit dinilai menjadi salah satu faktor utama rusaknya infrastruktur. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan kecil membuat perbaikan yang dilakukan sebelumnya tidak bertahan lama.
Lebih jauh, Zaini mengungkapkan kekhawatirnya, jika hal ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan berkendara yang terancam, tetapi juga kelangsungan usahanya.
Oleh karena itu, kedua pelaku usaha tersebut menyampaikan harapan mendesak kepada Pemerintah Daerah agar Jalan Karang Anyar 3 segera diaspal secara total untuk perbaikan jangka panjang.
Selain itu Zaini, Suparni dan warga lainnya berharap pemerintah dapat mengatur lalu lintas dan mengarahkan mobil-mobil besar yang melewati jalan yang lebih memadai agar kerusakan serupa tidak terulang di masa mendatang. (red/Nita)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250












