- Kadis LH Kotabaru: Masyarakat Harus Membiasakan Diri Memilah Sampah Mulai dari Rumah
- Kadisdikbud Kotabaru Apresiasi Fedro Sijabat Siswa SMAN 1 yang Masuk Tim GBN 2026
- Suwanti beberkan 5 Rekomendasi RDP Soal Masuknya Kapal Cantrang Dari Jawa ke Perairan Kotabaru
- PKS Kotabaru Luncurkan Rumah Advokasi Hukum Gratis
- Ayo Warga Saijaan! Berburu Kuliner Sekaligus Berwisata di CFD
- Opini | Kebijakan Sumbu Pendek, Soal Raperda No. 6 Tahun 2021
- Perkenalkan Nilai-Nilai Budaya, DKD Kotabaru Gelar Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Banjar
- Pansus I DPRD Kotabaru Setujui Raperda Pemberian Purna Bhakti Bagi Kepala Desa
- Warga Sungai Rangas Tengah Antusias Pilah Sampah, Terkumpul 431,85 Kilogram untuk Ditukar Sembako
- Komisi IV DPR RI Minta Kalsel Siapkan Langkah Mitigasi Antisipasi El Nino
Kadis LH Kotabaru: Masyarakat Harus Membiasakan Diri Memilah Sampah Mulai dari Rumah

Keterangan Gambar : Hj. Melinda Ratna Agustina, Kepala Dinas LH Kotabaru.
Kotabaru, Borneopos.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru kembali menggelar sosialisasi Program Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah (BAPILAH) di Kantor Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara. Kegiatan yang diikuti seluruh Ketua RT se-Desa Semayap itu bertujuan mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari rumah dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, Rabu (8/7/2026).
Baca Lainnya :
- Pansus I DPRD Kotabaru Setujui Raperda Pemberian Purna Bhakti Bagi Kepala Desa0
- Bupati Rusli Hadiri Penandatanganan Prasasti Dermaga Pasar Terapung di TMII Jakarta0
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemetaan dan pendampingan pelaksanaan Program BAPILAH. Melalui sosialisasi ini, para Ketua RT diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat hingga ke tingkat lingkungan.
"Hari ini kita laksanakan pemetaan dan asistensi BAPILAH di Desa Semayap. Alhamdulillah informasi secara umum sudah kami sampaikan kepada seluruh Ketua RT. Ke depan kami berharap para Ketua RT dapat meneruskan pesan ini melalui grup-grup warga, langgar, masjid, dan surau. Mereka adalah kepanjangan tangan pemerintah daerah dan DLH di lapangan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Melinda juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait pengangkutan sampah di Desa Semayap. Ia menegaskan tidak ada kebijakan penghentian maupun penahanan pengangkutan sampah. Menurutnya, persoalan yang terjadi karena informasi mengenai perubahan sistem pengelolaan sampah belum sepenuhnya diterima masyarakat.
"Tidak ada bahasa penahanan. Yang ada adalah informasi yang belum tersampaikan kepada masyarakat. Jadi jangan sampai berkembang menjadi bola liar," tegasnya.
Ia menjelaskan, perubahan sistem tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut aturan pemerintah dalam pengelolaan sampah. Selain itu, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Kotabaru diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun lagi. Karena itu, masyarakat perlu mulai mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Melinda juga membantah isu yang menyebut petugas kebersihan mogok kerja atau tidak menerima gaji. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar dan seluruh petugas tetap bekerja seperti biasa.
"Tidak benar kalau ada isu anak buah kami mogok atau tidak dibayar. Itu sama sekali tidak ada," katanya.
Ia mengapresiasi antusiasme para Ketua RT yang mengikuti sosialisasi hingga selesai. Menurutnya, Desa Semayap menunjukkan respons yang baik terhadap program tersebut dan menjadi salah satu wilayah yang masyarakatnya mulai memahami pentingnya pengelolaan sampah.
"Saya bangga dengan Ketua RT dan masyarakat Desa Semayap. Untuk Semayap saya acungi jempol karena masyarakatnya sudah mulai tertib dan memahami pentingnya pengelolaan sampah," ucapnya.
Menurut Melinda, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menyiapkan sarana pengelolaan sampah, tetapi juga mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah rumah tangga. Oleh karena itu, DLH akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya
.
"Langkah pertama tentu melalui sosialisasi. Aturan dan dasar hukumnya sudah lengkap, mulai dari pemerintah pusat sampai surat edaran dari pemerintah daerah. Tinggal bagaimana pelaksanaannya terus kita kawal agar masyarakat semakin sadar dan terbiasa mengelola sampah dengan baik," jelasnya.
Di akhir kegiatan, Melinda berharap semangat para Ketua RT tetap terjaga dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga untuk mendukung Program BAPILAH agar budaya memilah sampah dari rumah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Harapan saya seluruh Ketua RT tetap semangat. Kami berharap masyarakat juga ikut mendukung dan mulai membiasakan memilah sampah dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin pengelolaan sampah di Kotabaru akan jauh lebih baik," pungkasnya. (red/prdh)

Baca Lainnya :
- Jembatan Pulau Laut Dilanjut, Anggaran 2024 APBD Kalsel 295 M Dan Kotabaru 100 M, Pelaksana Asri-Pra0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0










