- Gegara Ucapan *Bau Kentut* MD Tusuk Kepala Temannya Pakai Sangkur
- KNPI Kal-Sel Apresiasi Kinerja Polda pada HUT Bhayangkara ke-80
- BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi Level-1 Pengadaan Barang dan Jasa
- Museum Lambung Mangkurat Gelar Pekan Cinta Museum 2026, Perkuat Edukasi Sejarah dan Budaya
- Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Kalsel Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Keamanan Daerah
- Lebih dari 90 Persen Indikator EPSS Terpenuhi, Diskominfo Kalsel Optimistis Raih Nilai Lebih Baik
- Diskominfo Kalsel Optimalkan Anggaran 2027, Fokus Jaga Kualitas Layanan Publik Berbasis Digital
- Pemprov Kalsel Optimalkan Lumbung Pangan untuk Jaga Ketersediaan Beras di Daerah
- Pemprov Kalsel Perkuat Keamanan Pangan, Pelaku Usaha PSAT Didorong Kantongi Sertifikasi
- Lagi! Indocement Tarjun Raih Penghargaan Nasional atas Dukungan Program Imunisasi di Indonesia
Disparpora dan Gekrafs Kotabaru Gelar Bimtek Pembuatan Kemasan Minimalis dengan Biaya Rendah

Keterangan Gambar : Bimtek Pembuatan Kemasan Minimalis dengan Biaya Rendah, Rabu (15/10/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) bersama subsektor desain produk, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan kemasan minimalis dengan biaya rendah.
Baca Lainnya :
- Dinkes Kalsel Pastikan Keamanan Pangan dalam Program MBG0
- Pemprov Kalsel Latih ASN Soal Etika dan Manajemen Bencana, Menuju *Kelsel Bekerja*0
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Gunung Sari ini berlangsung dengan antusias, pada Rabu (15/10/2025). Bimtek ini bertujuan membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf), khususnya produk rumahan, dalam meningkatkan daya saing melalui kemasan yang lebih menarik dan efisien.
Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, yang diwakili oleh Ida Trisanti, S.Si, M.M dari Bidang Event, Pertunjukan, dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan pelaku ekraf.
"Peningkatan pemasaran produk-produk rumahan melalui kemasan yang menarik sangat diperlukan," ujar Ida. "Dengan kolaborasi bersama subsektor desain produk, kemasan dapat didesain ulang menjadi lebih menarik."
Selain itu, Ida juga menjelaskan perbedaan mendasar antara UMKM dan ekonomi kreatif untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta.
Sementara itu, Sekretaris Desa, Bapak Ali, yang mewakili Kepala Desa Gunung Sari, turut mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami berharap bimtek ini dapat membantu masyarakat untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan kemasan yang lebih menarik," kata Ali.
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli. Pemateri pertama adalah Ketua DPC Gekrafs Kotabaru, Muhammad Basir, yang mengupas tuntas kunci sukses sebuah produk, salah satunya dari kemasan yang menarik. Peserta tampak sangat antusias dan aktif berinteraksi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Pemateri kedua, Erlina Wati, yang juga merupakan Ketua Subsektor Desain Produk, memaparkan materi tentang pembuatan kemasan minimalis berbiaya rendah. Ia menunjukkan beberapa contoh fisik kemasan yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha rumahan dengan produksi tidak terlalu besar, tetapi tetap terlihat menarik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pelaku ekraf di Kotabaru dapat mengoptimalkan potensi produk mereka dan bersaing di pasar yang lebih luas, membuktikan bahwa kemasan menarik tidak harus selalu mahal. (red/red)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













