- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
Disparpora dan Gekrafs Kotabaru Gelar Bimtek Pembuatan Kemasan Minimalis dengan Biaya Rendah

Keterangan Gambar : Bimtek Pembuatan Kemasan Minimalis dengan Biaya Rendah, Rabu (15/10/2025).
Kotabaru, Borneopos.com - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) bersama subsektor desain produk, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan kemasan minimalis dengan biaya rendah.
Baca Lainnya :
- Dinkes Kalsel Pastikan Keamanan Pangan dalam Program MBG0
- Pemprov Kalsel Latih ASN Soal Etika dan Manajemen Bencana, Menuju *Kelsel Bekerja*0
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Gunung Sari ini berlangsung dengan antusias, pada Rabu (15/10/2025). Bimtek ini bertujuan membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf), khususnya produk rumahan, dalam meningkatkan daya saing melalui kemasan yang lebih menarik dan efisien.
Kepala Disparpora Kabupaten Kotabaru, yang diwakili oleh Ida Trisanti, S.Si, M.M dari Bidang Event, Pertunjukan, dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan pelaku ekraf.
"Peningkatan pemasaran produk-produk rumahan melalui kemasan yang menarik sangat diperlukan," ujar Ida. "Dengan kolaborasi bersama subsektor desain produk, kemasan dapat didesain ulang menjadi lebih menarik."
Selain itu, Ida juga menjelaskan perbedaan mendasar antara UMKM dan ekonomi kreatif untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta.
Sementara itu, Sekretaris Desa, Bapak Ali, yang mewakili Kepala Desa Gunung Sari, turut mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami berharap bimtek ini dapat membantu masyarakat untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan kemasan yang lebih menarik," kata Ali.
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli. Pemateri pertama adalah Ketua DPC Gekrafs Kotabaru, Muhammad Basir, yang mengupas tuntas kunci sukses sebuah produk, salah satunya dari kemasan yang menarik. Peserta tampak sangat antusias dan aktif berinteraksi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Pemateri kedua, Erlina Wati, yang juga merupakan Ketua Subsektor Desain Produk, memaparkan materi tentang pembuatan kemasan minimalis berbiaya rendah. Ia menunjukkan beberapa contoh fisik kemasan yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha rumahan dengan produksi tidak terlalu besar, tetapi tetap terlihat menarik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pelaku ekraf di Kotabaru dapat mengoptimalkan potensi produk mereka dan bersaing di pasar yang lebih luas, membuktikan bahwa kemasan menarik tidak harus selalu mahal. (red/red)


Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
Berita Kotabaru

.jpg)
.jpg)

.jpg)


1.jpg)





