- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
- Disparpora Kotabaru Gelar Diseminasi Edukasi Aplikasi Si AKRAB
- Pemkab Kotabaru Laksanakan Nusantara Creative Walk Serentak Bersama 17 Negara
- Disparpora Kotabaru Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Festival Akrab 2026
Dinkes Kalsel Pastikan Keamanan Pangan dalam Program MBG

Keterangan Gambar : Ambulan siaga di salah satu rumah sakit.
Banjarmasin, Borneopos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dr. Diauddin, angkat bicara terkait kejadian dugaan keracunan yang menimpa sejumlah anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, Dinas Kesehatan bersama lintas sektor tengah melakukan langkah cepat untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Latih ASN Soal Etika dan Manajemen Bencana, Menuju *Kelsel Bekerja*0
- Polda Kalsel Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2025, Kategori Polda Kelompok B Terbaik0
“Kita sudah melihat langsung situasinya dan bertemu dengan pengolah makanannya. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala berarti, namun tetap harus kita evaluasi,” ujarnya, Banjarmasin, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, sampel makanan maupun sampel dari anak-anak yang terdampak telah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan.
“Prosesnya sebenarnya cepat, tinggal menunggu hasil dari laboratorium yang berwenang. Setelah keluar, baru bisa kita pastikan penyebab pastinya,” jelasnya.
Selain pemeriksaan laboratorium, pihaknya juga akan menggelar inspeksi ke dapur-dapur pengolah makanan setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM/BGN).
“Tujuan kami hanya satu: memberi jaminan keamanan kepada masyarakat bahwa makanan yang diberikan aman dikonsumsi oleh anak-anak. Kita ingin memastikan betul-betul tidak ada lagi kejadian serupa,” tegasnya.
Diauddin juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur pengolahan pangan.
“Pesan saya bukan hanya untuk pengelola dapur, tapi juga kepala sekolah dan guru. Semua harus ikut mengawasi. Jangan lalai. Cek makanan sebelum dibagikan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis disebutnya memiliki tujuan mulia untuk mendukung kesehatan anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tetap aman dan terpercaya. (red/MCKalsel)
Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250



.jpg)










