- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
Disbunnak Kalsel Gelar Rakortek Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025., Kamis (12/2/2026).
Banjarbaru, Borneopos.com - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job0
- Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Disdag Akan Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota0
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan serta Rencana Strategis Disbunnak Tahun 2025–2029.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dalam memastikan perencanaan pembangunan daerah berjalan terarah dan berkesinambungan.
“Forum ini adalah tahapan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah yang lebih baik, terarah, dan berkelanjutan. Hasil pembahasan akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan sebagai bahan penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (12/2/2026)
Ia menjelaskan, forum ini bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional, sekaligus menjaring aspirasi masyarakat serta para pemangku kepentingan.
“Perencanaan yang baik harus berbasis data, mempertimbangkan tantangan dan peluang ke depan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat pekebun dan peternak,” tegas Suparmi.

Menurutnya, sektor perkebunan dan peternakan memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Selatan, baik dari aspek ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun keberlanjutan lingkungan.
Selama ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun dan peternak, mulai dari penguatan sektor hulu hingga hilir guna menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha.
“Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bantuan sarana dan prasarana, peningkatan intensifikasi dan pengembangan lahan, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan, penguatan fungsi perbibitan, pakan ternak, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, hingga peningkatan fungsi pengolahan hasil untuk mendukung program strategis nasional dan prioritas daerah,” jelasnya.
Upaya tersebut diformulasikan melalui program super prioritas yang telah digaungkan sejak 2021, yakni Program Pengembangan Korporasi Petani Berbasis Kawasan Karet (BANGSIBUN BAKARET), Percepatan Swasembada Sapi Potong melalui Integrasi Kelapa Sawit–Sapi berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP), serta Pengembangan Itik di Lahan Rawa dan Kering (SITI HAWA LARI).
Suparmi menambahkan, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dalam forum ini, di antaranya peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan, penguatan hilirisasi dan nilai tambah produk, menjaga keberlanjutan dan ketahanan pangan, serta peningkatan investasi dan kemitraan dengan sektor swasta maupun akademisi.
“Kita ingin sektor ini tidak hanya kuat di hulu, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” ujarnya.
Dukungan penuh terhadap program Disbunnak juga diberikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Sehingga Suparmi semakin memperkuat komitmennya untuk memperkuat sektor perkebunan dan peternakan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Banua.
Ia juga mendorong agar seluruh jajaran perangkat daerah bekerja secara sinergis dan terintegrasi dalam merealisasikan program prioritas tersebut.
“Perencanaan harus selaras dengan RPJMD dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan akan semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Suparmi berharap forum ini mampu melahirkan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan sehingga perencanaan yang disusun benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
“Melalui forum ini, kami berharap terjalin sinergi yang kuat sehingga hasil perencanaan mampu menjawab tantangan yang ada dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (red/MC)


Baca Lainnya :
- GPIB Immanuel Kotabaru Jadi Tuan Rumah Porseni Pelkat PKB Mupel Kalsel-Teng Tahun 20250
- Disdag Kalsel Dukung Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Harga Gas LPG 3 Kg Rp. 18.500 per Tabung0
Berita KALSEL













