- Bupati H.M Rusli Lantik Ahmad Romansa Jadi Kepala Disdikbud Kotabaru
- OPINI Ambin Demokrasi | CeO Di Bali, Kada Mambuang Taruh
- WALHI Kalsel | Krisis Sungai Barito Bukan Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
- Pesan Menkomdigi Pada HPN 2026, Pers Yang kredibel Dan Independen Bukan pilihan Tapi Kebutuhan
- Perjuangan Wali Kota Lisa Gaungkan Cempaka Sebagai Living Museum, Menteri Fadli Zon Siap Dukung
- Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Evaluasi 6 Bulan Jika kurang Baik Non Job
- Tiga Kampus Bumi Saijaan Apresiasi Terobosan Pendidikan Bupati Rusli
- Sekjen KNPI Kalsel Andi Rustianto Himbau Pemuda Jauhi Judi Online
- Perkuat Integritas, Pelindo Kotabaru Gandeng Kejaksaan Sosialisasikan Larangan Pungli dan Gratifikas
- Banjarbaru Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Perkuat Sinergitas Dengan Menteri Ekraf RI
Diduga Liar, TPS Sampah di Citra Graha Banjarbaru Pengelolaannya Minim Petugas dan Fasilitas

Keterangan Gambar : Kondisi TPS Citra Graha Banjarbaru, (Sabtu (8/11/2025).
Banjarbaru, Borneopos.com – Kota Banjarbaru selama ini sukses mempertahankan citranya sebagai wilayah yang bersih, dibuktikan dengan prestasi yang dikukuhkan dengan meraih Piala Adipura sebanyak 10 kali, dengan penghargaan terbaru diterima pada tahun 2024 untuk kinerja di tahun 2023.
Baca Lainnya :
- Harga Gas LPG 3 Kg di Banjarbaru Jauh diatas HET, di Pengecer Pernah Capai Rp.50.000 Tabung0
- Diskominfo Kalsel Dorong Pemanfaatan Digital dalam Promosikan Layanan Posyandu0
Keberhasilan ini didukung oleh sistem kebersihan kota yang terstruktur, di mana sampah rutin diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) utama, ke TPA Gunung Kupang milik Pemerintah Kota Banjarbaru, sehingga jalanan kota senantiasa bersih dari sampah berserakan.
Namun, di balik gemerlap penghargaan Adipura, terdapat isu krusial yang menyelimuti sistem pengelolaan sampah sekunder di salah satu kawasan.
Sorotan Borneopos.com tertuju pada lokasi penampungan di sekitar Citra Graha, yang berfungsi layaknya TPA mini namun luput dari pengamatan publik.
Didapat informasi dilapangan, lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Citra Graha ini berada di atas lahan pinjaman dari pihak pengembang perumahan. Status lahan yang tidak dimiliki Pemda ini tentu bukan berita baik, karena dapat di duga sebagai TPS liar, akibatnya tidak adanya petugas resmi yang disiagakan untuk menjaga dan mengelola lokasi secara profesional.
Ketiadaan penjagaan ini menimbulkan masalah serius, yaitu maraknya praktik pembuangan sampah liar dari wilayah lain yang membuang sampah seenaknya.
Petugas pengangkut sampah senior, Zufri, yang telah bekerja sejak tahun 2012, mengungkapkan kekhawatirannya kepada Borneopos.com, pada Sabtu (9/11/2025).
"Sampah dari wilayah Banjarbaru saja sudah banyak, apalagi kalau ketambahan sampah dari wilayah lain yang ikut membuang di sini tanpa terkontrol," ujarnya.

Masalah penumpukan ini diperparah oleh keterbatasan sarana dan prasarana.
Zufri menjelaskan bahwa setiap pagi, petugas hanya mampu mengangkut sekitar 5 hingga 6 truk sampah saja ke TPA Gunung Kupang.
"Karena unit terbatas, makanya sampah terlihat tidak berkurang dan malah bertambah," keluhnya.
Peningkatan volume sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pengangkutan menyebabkan lokasi tersebut selalu terlihat penuh, berpotensi menjadi sarang penyakit dan mengganggu kenyamanan warga.
Pemerintah Kota memang menunjukkan keseriusan dalam pengawasan. Bapak Zufri mengonfirmasi bahwa instansi terkait rutin memeriksa setiap pagi dengan menyisir area tersebut. Tujuan pengecekan ini adalah memastikan sampah dibuang di dalam area yang ditentukan. Sayangnya, upaya pengawasan ini seringkali sia-sia, sebab meskipun telah dipasang tulisan peringatan yang jelas di pagar.
"Masih banyak yang membuang sampah di depan pagar," ungkap Bapak Zufri.
Menyikapi kompleksitas masalah ini, harapan besar pun disuarakan oleh para petugas di lapangan.
"Mungkin kalau ada petugas yang menjaga di sini seperti TPA lain, lebih bisa terkontrol," harap Bapak Zufri.
Ia juga membandingkan kondisi lokasi ini dengan TPA yang lebih kecil seperti dinTPA Golf.
"TPA Golf yang mengelola sampah warga sekitar saja, ada petugas yang jaga 24 jam. Sayang sekali kalau TPA yang menampung sampah-sampah dari sana malah tidak ada yang jaga." Ungkap beliau
Harapan utamanya adalah agar Pemerintah Kota Banjarbaru dapat mengalokasikan lahan milik sendiri di daerah tersebut agar pengelolaan menjadi lebih mudah dan terstruktur, serta menambah jumlah petugas dan truk pengangkut.
Solusi komprehensif ini dinilai krusial untuk menanggulangi lonjakan sampah dan mengembalikan ketertiban di lokasi tersebut, sehingga Banjarbaru tidak hanya bersih di jalanan utama, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang tangguh dan berkelanjutan. (nita)


Baca Lainnya :
- Lagi, Polres Kotabaru Bekuk Penjual Zenith0
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
Berita KALSEL



.jpg)
.jpg)

.jpg)
1.jpg)




