BPBD Kotabaru Targetkan Pembentukan 198 Desa Tangguh Bencana pada 2026

Reported By Pimred Borneo Pos 25 Sep 2025, 11:59:57 WIB Kotabaru
BPBD Kotabaru Targetkan Pembentukan 198 Desa Tangguh Bencana pada 2026

Keterangan Gambar : Kalak BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana disela -sela acara sosialisasi, Kamis (25/9/2025).




Kotabaru, Borneopos.com  -  Pemkab Kotabaru melalui Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru menggelar sosialisasi optimalisasi desa tangguh bencana melalui strategi hebat pada Kamis (25/9/2025) di Aula Kantor Bupati Sebelimbingan. 


Baca Lainnya :

Acara dibuka langsung oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Kotabaru dan dihadiri oleh perwakilan SKPD, Camat, Kepala Desa, Pimpinan perusahaan, Akademisi, Destana dan pimpinan organisasi pers Kotabaru.


Dalam penjelasannya, Kalak BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah awal pemerintah daerah untuk melakukan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan target kami, 198 desa pada tahun 2026 sudah terbentuk.


"Tujuan Destana ini adalah untuk memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat supaya lebih terjangkau, karena posisi kita Kabupaten sementara Kotabaru begitu luas, jadi melalui strategi HEBAT kita mengandung semua pihak agar bisa memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat," ucapnya.


Ditempatkan sama, Ketua Aliansi Wartawan Saijaan (AWAS) Ronal mengapresiasi terlaksananya kegiatan sosialisasi optimalisasi desa tangguh bencana melalui strategi HEBAT.


"Semoga tahun 2026, 198 desa di Kabupaten Kotabaru bisa menjadi Destana (Desa Tangguh Bencana) sehingga  jika terjadi situasi kebencanaan atau darurat yang di Desa dapat di dilakukan penanganan awal secara cepat," Ucap Ronal.


Adapun Strategi Hebat melalui konsep "Hexahelix Edukasi Beraksi Antisipasi Tangguh" mencakup: 


1. Penguatan kebijakan yang sejalan dengan viis dan misi Bupati Kotabaru di bidang ketangguhan bencana serta penguatan kelembagaan Desatqna agar mandiri.


2. Peningkatan literasi kebencanaan masyarakat melalui edukasi, sosialisasi dan kampanye budaya sadar resiko.


3. Penguatan kelembagaan destana agar mandiri dalam penyusunan rencana pelatihan dan simulasi kebencanaan.


4. Ketertiban aktif perusahaan, dunia usaha, Akademisi, media dan komunitas dalam me dukung keberlanjutan Destana.


5. Pengembangan sistem informasi dan digitalisasi pelaporan kebencanaan berbasis masyarakat.


6. Pemetaan resiko bencana secara parsitipatif di setiap desa rawan bencana. (red)





Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment